LDII Sumbar: Dai Jangan Copy Paste yang Belum Tentu Kebenarannya

"Mubaligh, dai serta ulama harus tabayyun, cek dan kroscek dalam memanfaatkan teknologi informasi. Sehingga apa yang disampaikan kepada umat terkonfirmasi kebenarannya dan tidak hoaks"
Pengurus beserta panitia Muswil VII LDII Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sumatera Barat terus melakukan penguatan kapasitas kepada dai agar memberikan pemahaman yang benar kepada umat. Organisasi Islam ini tidak menutup mata akan perkembangan teknologi dalam berdakwah. 

Wakil Ketua DPW LDII Sumbar, Gustav menjelaskan, di era revolusi industri 4.0 ini dai harus terus berkembang mengikuti pergerakan zaman. Memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat khazanah keilmuan, namun jangan copy paste yang belum tentu kebenarannya.

"Mubaligh, dai serta ulama harus tabayyun, cek dan kroscek dalam memanfaatkan teknologi informasi. Sehingga apa yang disampaikan kepada umat terkonfirmasi kebenarannya dan tidak hoaks," ujarnya, Jumat 23 Agustus 2019.

Menurutnya dai di era ini tidak hanya sebatas mengajak beribadah saja, sebab banyak persoalan dunia yang harus diselesaikan sesama manusia. Untuk itu perlu ajakan dan aksi langsung terhadap umat.

"Lingkungan perlu kita perhatikan, dai punya cukup besar panggung untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat," ujarnya.

LDII terus berupaya melakukan kegiatan edukasi kepada mubaligh di internal LDII. Salah satu bentuk program mereka melakukan gerakan internet sehat dengan menyebarkan konten, kegiatan dan vlog positif di media sosial.

"Penguatan di era 4.0 ini harus dilakukan dengan kegiatan bernilai bagi masyarakat milenial," ulasnya.

Sekretaris DPW LDII Sumbar, M Ari Sultoni menyampaikan, dalam upaya pengembangan kapasitas dai, LDII bekerja sama dengan Polda Sumbar membuat program Dai Kamtibmas. Dalam kegiatan itu para dai akan dibekali secara khusus menjadi corong untuk mewujudkan kamtibmas di tengah masyarakat.

"Para mubalig akan dibekali secara khusus baik oleh Polda Sumbar dan Kanwil Kemenang bagaimana memberikan dakwah yang sejuk kepada masyarakat menyampaikan bahaya LGBT dan narkoba," katanya menambahkan pertanyaan ... Baca halaman selanjutnya