Festival Pamalayu Resmi Diluncurkan, Sejarah Dharmasraya Diungkap dalam Seminar

"ide festival Pamalayu berangkat dari sejarah Ekspedisi Pamalayu pada 22 Agustus 1286."
(Ist)

KLIKPOSITIF - Festival Pamalayu yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bekerja sama dengan sejumlah lembaga, resmi diluncurkan di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Peluncuran festival tersebut ditandai dengan makan sirih bersama pejabat pemerintah dan pimpinan adat. Yakni, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wakil Bupati H. Amrizal Dt Rajo Medan bersama raja-raja di Kabupaten Dharmasraya.

Selain Sutan Riska yang juga Raja Koto Besar, ikut dalam prosesi tersebut Raja Siguntur Sutan Hendri Tuanku Bagindo Ratu, Raja Pulau Punjung H. Abdul Haris Tuanku Sati serta Raja Padang Laweh Sutan Alif Tuanku Bagindo Sutan Muhammad.

Dalam sambutannya, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, gagasan Pemerintah Kabupaten menggelar Festival Pamalayu bekontribusi kepada Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Bupati Sutan Riska dalam sambutannya mengatakan, ide festival Pamalayu berangkat dari sejarah Ekspedisi Pamalayu pada 22 Agustus 1286. Untuk memperingati peristiwa tersebut, maka peluncuran dilakukan pada tanggal yang sama.

"Ekspedisi Pamalayu dilakukan oleh Kerajaan Singasari di Pulau Jawa menuju Kerajaan Malayu di Dharmasraya, yang disebut-sebut sebagai negeri emas," katanya.

Dalam narasi resmi yang beredar, menurut Sutan Riska, ekspedisi ini disebutkan sebagai upaya penakhklukan Singasari atas Dharmasraya. "Kami sebagai generasi muda merasa ada yang aneh dengan istilah penakhlukan tersebut," kata bupati termuda di Indonesia tersebut.

Kalau memang penakhlukan, ia mempertanyakan, mungkinkah mereka membawa hadiah Arca Amogapasha untuk Raja Malayu Dharmasraya?

"Sementara, Arca Amogapasha adalah perlambang kasih sayang. Kalau memang penakhlukan, mungkinkah Singasari membawa dua putri raja Dharmasraya, Dara Petak dan Dara Jingga yang kemudian menjadi istri Raja di Pulau Jawa?" ... Baca halaman selanjutnya