Festival Pamalayu Resmi Diluncurkan, Sejarah Dharmasraya Diungkap dalam Seminar

"ide festival Pamalayu berangkat dari sejarah Ekspedisi Pamalayu pada 22 Agustus 1286."
(Ist)
ini sudah lebih dari 600 tahun. Naskah ini adalah Kitab Niti Saramuscaya yang merupakan undang-undang yang berlaku zaman Kerajaan Dharmasraya berkuasa."


Yang memulai narasi 'penahkhlukan' tersebut menurut Wenri adalah Nicholas Johannes Krom. . "Kantornya di sini, di Museum Nasional yang dulunya bernama Bataviaasch Genootchaap, tempat berkumpulnya para ilmuwan kolonial."

Krom adalah seorang arkeolog dan juga peneliti sejarah dan budaya Indonesia berkebangsaan Belanda. Pendapat Krom kemudian diikuti beberapa ilmuwan lainnya. Namun, beberapa literatur juga menyebut ahli lain yang membantahnya, seperti CC Berg dan Carparis.

Penjajahan Belanda, menurutnya, bukan saja oleh militer. "Mereka juga membawa antropolog, arkeolog, peneliti sejarah dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu," katanya.

Pendapat banyak ahli di zaman penjajahan Belanda tersebut, menurut Wenri, banyak yang tidak cocok dengan konteks orang Indonesia.

Ia menganalogikan dengan bunga bangkai yang disebutkan ditemukan pertama kali oleh Thomas Stanford Raffles sehingga bunga tersebut diberi nama Raflesia. "Kalau orang Eropa yang pertama melihat mungkin iya. Tapi kalau penemu, tentu tidak. Seperti tidak ada orang saja sebelum itu di negeri kita," tuturnya.

Begitu juga dalam penulisan sejarah Dharmasraya, menurut Wenri, banyak yang tak sesuai dengan arca Amogapasha sebagai bukti sejarah yang nyata.

Selain itu, dalam makalahnya Wenri menyebut, ilmu pengetahuan dipergunakan rezim kolonial untuk mengatur alam dan masyarakat kolonial secara sistematis, begitu pula yang terjadi pada Bataviaasch Genootschap.

"Ilmuwan Bataviaasch Genootschap dengan sadar selalu mencoba mencocokkan arah penelitiannya sesuai dengan kepentingan pemerintah kolonial.
Lucunya, sejak Republik ini merdeka, narasi yang diproduksi para ilmuwan kolonial tersebut terus direproduksi hingga hari ini."

Peluncuran festival dan seminar tersebut, dihadiri oleh ratusan ... Baca halaman selanjutnya