12 Ribu Anak di Pasbar Belum Miliki KIA, Ini Penjelasannya

Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Pasaman Barat, Renita
Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Pasaman Barat, Renita (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mencatat ada sekitar 12 ribu anak belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) di daerah itu.

"Yang memiliki KIA hingga saat ini hanya sekitar 20 persen dari 15 ribu lebih jumlah anak yang tercatat," kata Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Pasbar, Renita kepada KLIKPOSITIF,Jumat (23/8) di ruang kerjanya. 

Ia mengatakan, sekitar tiga ribuan anak di Pasbar sudah memiliki KIA sejak tahun 2017 hingga sekarang. Itu pun bukan secara merata di Pasbar, karena di prioritaskan terlebih dahulu di Kecamatan Pasaman sejak diluncurkan kartu itu.

Baca Juga

Kebanyakan anak yang mendapat kartu itu berdasarkan pendataan yang dilakukan di sekolah-sekolah. Tetapi secara data anak yang menerima KIA di Kecamatan Pasaman, mulai dari usia anak 1 hingga 12 tahun.

Sedangkan yang seyogyanya, anak penerima KIA ini mulai dari umur 1 hari sampai 17 tahun kurang sehari. Namun karena belum di fokuskan, maka pendataan untuk penerima kartu itu belum secara maksimal sehingga terjadi seperti itu.

Meski didahulukan di Kecataman Pasaman, namun beberapa anak di daerah Kecamatan lain sudah memiliki kartu itu. Akan tetapi yang sudah memiliki kartu, karena kebutuhan dan persyaratan saat masuk sekolah di luar Pasbar.

"Kita akan cetak, jika sangat mendesak untuk keperluan sekolah. Meski menggunakan tinta cetak E-KTP," ungkapnya.

Sementara, secara harga dan peruntukan memang sudah berbeda kualitas. Harga tinta cetak KIA dan tinta cetak E-KTP memang berbeda. Sedangkan tinta cetak E-KTP lebih mahal dibandingkan dengan tinta cetak KIA.

"Untuk itu terpaksa kita harus menunggu anggaran terlebih dulu. Anggaran sudah diajukan untuk pembelian tinta cetak KIA dan itu sudah disetujui," terangnya.

Nantinya setelah adanya tinta, seluruh anak dari usia 1 hari hingga 17 tahun kurang sehari, akan menerima kartu  secara otomatis. Sebab, berdasarkan Kartu Keluarga yang ada.

Data anak yang ada, akan langsung dicetak dan dikeluarkan tanpa harus susah-susah untuk mengurus. Karena pelayanan sudah terintegrasi semuanya. Namun untuk anak yang baru lahir harus diurus terlebih dulu akta kelahirannya.

Sedangkan untuk sosialisasi pihaknya akan melakukan setelah tinta cetak KIA sudah ada dan berjalan normal. "Kita akan gencar melakukan sosialisasi ke secara tatap muka ke tengah-tengah masyarakat," tuturnya.

Dia mengaku, sejauh ini pihak nya belum melakukan sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat, sejak KIA ini diluncurkan secara resmi di Kabupaten Pasaman Barat. "Ya itu tadi, kendala dalam hal tinta cetak, namun untuk blanko KIA saat ini sudah cukup.

Memang sejauh ini sebagian masyarakat di Pasaman Barat masih bertanya-tanya dan belum memahami secara rinci. Sehingga apa itu KIA dan manfaatnya bagi anak mereka, masih banyak yang kebingungan.

"Untuk didaerah luar, KIA ini salah syarat untuk masuk sekolah ke jenjang selanjutnya. Selain itu tentu banyak manfaat KIA ini bagi anak. Seperti halnya kemudahan di berbagai pelayanan kesehatan anak, tempat bermain, gramedia dan pelayanan lainnya," jelasnya.

[Irfan Pasaribu]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Iwan R