Ada Pengajian Tiap Minggu, Dilarang Menggunakan Pengeras Suara Dekat dari Masjid Raya Sumbar

"Setiap minggu disini ada pengajian, saya harapkan kegiatan yang menggunakan mikrofon bersuara keras yang berpotensi mengganggu pengajian untuk jauh dari lokasi masjid"
Masjid Raya Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Setiap hari Minggu di Masjid Raya Sumbar rutin diadakan kegiatan wirid mingguan. Kegiatan itu bertepatan dengan card Free Day atau hari bebas kendaraan.

Car Free Day biasa dimanfaatkan warga untuk maraton, dan sebagian mengisi kegaitan dengan senam massal memakai musik dengan pengeras suara.

Untuk itu Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan, semua yang berbentuk pengeras suara khusus pagi hari tidak dibolehkan.

"Setiap minggu disini ada pengajian, saya harapkan kegiatan yang menggunakan mikrofon bersuara keras yang berpotensi mengganggu pengajian untuk jauh dari lokasi masjid," katanya Sabtu, 24 Agustus 2019.

"Kami imbau masyarakat yang melakukan kegiatan yang menggunakan pengeras suara untuk jauh dari masjid atau arah ke utara jalan Khatib Sulaiman tersebut," katanya lagi.

Kemudian untuk diketahui pengunjung, lanjutnya, semua kegiatan potret memotret, foto, selfie tidak diperbolehkan saat ibadah dimulai. Sebab, hal itu akan mengganggu proses ibadah jemaah.

"Ini perlu perhatian kita bersama, terutama pengunjung mulai dari saat adzan hingga ceramah agama tidak diperbolehkan sama sekali," tegasnya.

Meki (32) warga Khatib Sulaiman, Kota Padang mendukung sikap Wagub Sumbar yang melarang penggunaan pengeras suara dekat dari area masjid.

"Tapi sepengetahuan saya belum ada warga melaksanakan senam massal yang terlalu dekat dari masjid. Beberapa minggu lalu ada senam massal di Kantor Bakeuda Sumbar, tapi masih jauhlah dari masjid," ujarnya. (*)