Bangun Kawasan Padang Theater, DPRD Minta Pemkot Jeli Pilih Investor Asing

Pasar Raya Padang
Pasar Raya Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Anggota DPRD Kota Padang, Miswar Jambak meminta Pemerintah Kota Padang lebih jeli memilih investor. Investor yang diharapkan benar-benar mempunyai kemampuan baik dari sisi kekuatan modal dalam membangun kawasan Padang Theater. Agar tidak terjadi penipuan seperti di Pasar Banda Buek.

Menurut Miswar, Pemko perlu menata kembali kawasan Padang Theater. Karena masih banyak yang harus dibenahi terutama pada bagian lantai 2-nya. Misalnya ditempatkan untuk berjualan sehingga pedagang tidak bertebaran di jalanan. Dengan dibuat blok-blok untuk ruang pedagang.

Disisi lain, Politisi Golkar itu meminta gejolak sekelompok persatuan pedagang jangan sampai menghambat investasi. Jika ingin maju tentu perlu memberikan ruang untuk investor. "Pemerintah perlu juga memperhatikan nasib pedagang agar sama-sama saling menguntungkan," tegasnya.

Baca Juga

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial. Dia menilai sebelum Pemko Padang mendatangkan investor membangun pedagang, sebaiknya Pemko membicarakan dulu dengan pedagang. Karena sudah pasti nanti pedaganglah yang akan merasakan dampaknya.

Politisi Gerindra itu menegaskan, perlu dilakukan sosialisasikan terlebih dahulu dengan pedagang, jangan asal datangkan saja. "Tanya dulu apakah semua pedagang setuju, atau tidak," ujarnya.

Pemerintah Kota Padang melakukan kerjasama dengan menggandeng pihak asing untuk berinvestasi mengelola proyek pertokoan Padang Theater seperti Atom Center, Komplek Merlin Pasar raya Barat, Pasar Raya Fase I hingga IV. Adapun negara yang digadang-gadang berinvestasi berasal dari Tiongkok.

Hanya saja hal tersebut tidak berjalan mulus, lantaran mendapat penolakan dari Kesatuan Pedagang Pasar (KPP). Motif utama penolakan itu sebagai upaya untuk melindungi pedagang di Pasar Raya Padang, sebab kebijakan investor Tiongkok dinilai hanya mencari keuntungan semata.

KPP juga menginginkan agar pembangunan pasar bertingkat tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dengan begitu, pedagang tidak merasa diberatkan. Karena sejatinya yang dibutuhkan pada kawasan pasar bertingkat hanya penataan akses masuk terbuka lebar, sehingga jual beli kembali ramai.

Namun sayang, Pemko tetap menjalankan pembangunan pertokoan Padang Theater. Faktanya sebagai langkah awal, Pemko bersama investor Cina telah melakukan peninjauan di sejumlah lokasi yang dianggap sudah layak untuk diberdayakan kembali. Alasanya, aset tersebut telah lama tak dijamah dalam keadaan yang sudah tidak produktif.

Bahkan pembangunan pertokoan Padang Theater diyakini Pemko dapat menjadikan kawasan pasar yang nyaman, bersih dan tertata serta berkonsep modern dengan menambah estetika tinggi. Setelah pembangunan rampung, semua Pedagang Kaki Lima (PKL) akan dimasukkan ke dalam. Sehingga tak ada lagi yang bertebaran di jalan. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Joni Abdul Kasir