Penjual Miras di Payakumbuh, Dirazia Satpol PP Sampai Divonis PN

"Dalam sidang tersebut, majelis hakim PN Payakumbuh mengeluarkan putusannya dan menyatakan SS bersalah serta divonis tujuh hari pidana kurungan"
Pelaksanaan sidang terhadap penjual miras di Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Upaya untuk terus memberantas penyakit masyarakat (Pekat) terus dilakukan oleh Satpol PP Payakumbuh. Para pelaku penjual minuman keras (miras) diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh atas pelanggaran terhadap Perda Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pencegahan, Pemberantasan Pekat dan Maksiat.

Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra menyebut, sampai sejauh sudah cukup banyak para pelanggar Peraturan Derah (Perda) yang dibawanya ke meja hijau.

"Seperti Jumat kemarin (23/8), ada sidang tipiring (tindak pidana ringan) terhadap SS. Penjual miras di Jalan Jeruk, Kelurahan Labuah Basilang. Dia dituntut dari hasil razia yang kami lakukan pada Kamis (15/8) lalu," ujarnya.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim PN Payakumbuh mengeluarkan putusannya dan menyatakan SS bersalah serta divonis tujuh hari pidana kurungan. Dia diberi kesempatan untuk banding dan diberi waktu tujuh hari untuk berpikir sejak putusan sidang.

"Vonisnya tanpa subsider karena ini sudah ketiga kalinya kami mengajukan dia ke pengadilan. Mungkin hakim ingin memberikan efek jera lebih," ucap Devitra.

Pada hari yang sama, sidang tipiring juga dilakukan kepada pelaku penjual miras lainnya.

"Atas nama Nurhayati dengan TKP di Talang. Putusan hakim denda Rp300 ribu karena dia baru kali ini disidang," tutur Devitra.

Dikatakan Devitra, untuk memastikan kemanan di tengah masyarakat, pihaknya selalu rutin melaksanakan razia pekat setiap pekannya. Untuk waktu tentatif dan tidak ditentukan, tujuannya untuk memastikan tidak terjadinya kebocoran jelang razia digelar. (*)