Tanggapi Tulisan Sejarawan tentang Engku Sjafei, Ini Kata Bupati Padang Pariaman

"Engku Sjafei telah ikut mengharumkan nama daerah Padang Pariaman. Kayu Tanam semakin dikenal karena ada INS disitu"
Bupati Padang Pariaman. Ali Mukhni. (istimewa)

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni diberi kehormatan menjadi penanggap tulisan Prof. Mestika Zed tentang Jejak Pemikiran Pendidikan Engku Syafei dan INS Kayu Tanam dalam sebuah gelaran Seminar Nasional Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin kemarin.

Selain Ali Mukhni, turut menjadi penanggap sejarawan Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, mantan Bupati Solok Syamsu Rahim dan Ketua DHD BPK 45 Provinsi Kalimantan Barat, Syafruddin. Seminar nasional yang digelar DHD BPK 45 Sumbar mengiringi acara Pelantikan Pengurus DHD BPK 45 Sumbar oleh mantan Wapres RI Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni memberi tanggapan tulisan Mestika Zed dan mengapresiasi sejarawan terkenal dari UNP itu telah mengulas secara baik kiprah dan jejak sejarah tokoh pendidikan yang telah melahirkan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam.

"Engku Sjafei telah ikut mengharumkan nama daerah Padang Pariaman. Kayu Tanam semakin dikenal karena ada INS disitu. Setiap orang mengulas kiprah Engku Sjafei, nama Kayu Tanam dan Padang Pariaman ikut disebut," ujar Ali Mukhni.

Ali Mukhni membenarkan apa yang ditulis Mestika Zed tentang pemikiran pendidikan Engku Sjafe'i yang melampaui zamannya. "Pemikiran pendidikan Engku Sjafei adalah modern dalam zaman yang belum modern," kata Ali Mukhni mengulang kalimat Mestika.

Pemikiran pendidikan Engku Sjafei, kata Ali Mukhni menyambung, berbeda dengan pendidikan zaman sekarang. Engku Sjafei mengajarkan kejujuran, akhlak, moral dan keterampilan yang sesuai dengan adat istiadat, budaya dan tradisi di Minangkabau.

"Suatu konsep yang komprehensif dibandingkan sistem pendidikan sekarang," hemat Ali Mukhni yang pernah jadi guru itu.

Ali Mukhni kemudian mengajak seluruh stakeholder untuk ikut memikirkan dan mempedulikan kondisi ... Baca halaman selanjutnya