Awalnya Ingin Ikut Challange, Para Pemuda Ini Malah Buat Gerakan Peduli Lingkungan

Aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan 'PIPIS' di kawasan Pantai Air Manis Padang
Aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan 'PIPIS' di kawasan Pantai Air Manis Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Merasa prihatin akan banyaknya sampah dan orang yang membuang sampah sembarangan, empat pemuda yang berdomisili di Padang ini lakukan sebuah gerakan yang patut dicontoh. Keempat pemuda ini adalah Ali Akbar (Palembang), Ikhwan (Bandung), Elias (Bandung) & Ridsu (Padang) yang awalnya hanya berniat mengikuti #trashbagchallenge, sebuah challange yang lagi viral di dunia maya.

Ridsu saat dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan gerakan yang dinamai dengan PIPIS atau Pemuda Indonesia Peduli Sampah ini terbentuk pada tanggal 31 Maret 2019. Ia menjelaskan awalnya saat mengikuti #trashbagchallenge, muncullah ide dari Ridsu dan Elias untuk membuat sebuah Gerakan Peduli Lingkungan.

"Karena kalau hanya sekedar mengikuti sebuah tantangan saja tidak cukup sampai ke masyarakat agar mereka sadar dan peduli terhadap lingkungan. Maka kami buatlah gerakan dengan nama Pemuda Indonesia Peduli Sampah atau yang di singkat jadi PIPIS," kata Ridsu bersama Elias, Ali, dan Ikhwan.

Baca Juga

Menurutnya PIPIS adalah sebuah gerakan dan bukanlah komunitas. Ia menjelaskan bahwa gerakannya tersebut ingin menyatukan setiap anak muda yang memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan, terutama untuk sampah.

"PIPIS hanya mengharapkan keikhlasan dari setiap orang orang yang mau bergabung dan ikut aksi bersih bersih. Kami tidak pernah memaksakan siapapun untuk ikut karena konsep dari awal adalah keikhlasan dan waktu yang luang. Saat ini kegiatannya adalah aksi bersih pantai dan melakukan edukasi kepada pedagang dan wisatawan serta masyarakat setempat," ujarnya.

Ridsu yang juga aktif di medsos dengan idiom Pahamnay tersebut menambahkan kegiatan PIPIS dilaksanakan setiap hari minggu sore. Dimana saat ini dirinya fokus ke kawasan wisata pantai karena merupakan kawasan yang banyak terjadinya kebiasaan membuang sampah sembarangan seperti di Pantai Air Manis, Pantai Padang dan Pantai Pasir Jambak.

"Tujuan gerakan ini yaitu hanya ingin menghentikan kebiasaan orang-orang untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kami hanya menginginkan lingkungan yang bersih untuk kita bersama dan berharap kepada setiap orang yang ada dimuka bumi ini untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mari kita mulai dari diri kita sendiri," kata Ridsu yang pernah viral di akun @dagelan tersebut.

Selama berkegiatan sejak Maret 2019 lalu, ia menyadari bahwa cukup banyak yang telah dipelajarinya dalam masalah yang begitu kompleks ini. Menurutnya banyak masyarakat yang menyalahkan pihak pemda karena tidak mencukupi fasilitas tong sampah atau fasilitas kebersihan lainnya.

"Namun, kami para Inisiator PIPIS sering sekali melihat tong sampah yang ada di sekitar lokasi wisata banyak yang kosong. Bahkan bersih dengan tebaran sampah disekitar tong sampah tersebut.
Pemda pun bahkan sebaliknya akan menyalahkan masyarakat karena tak menggunakan fasilitas tersebut dengan benar. Intinya adalah kita saling menyalahkan dan ini sudah menjadi budaya sejak dari dulunya," ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak siapapun untuk tidak membuang sampah sembarangan mulai dari diri sendiri. Sebab selama ini banyaknya sampah di laut dan dasar laut adalah ulah manusia yang kebanyakan membuang sampah terutama sampah plastik ke laut atau sembarangan tempat.

"Menurut kami,kita seakan akan meneriaki kesalahan kita sendiri dengan parahnya sampah plastik yang mencemari lingkungan ini. Kita yang salah kita yang berbuat atas rusaknya lingkungan ini. Lalu kenapa kita yang berteriak. Mari tidak membuang sampah sembarangan," katanya mengajak generasi milenial untuk sadar dan peduli akan lingkungan.

Lebih lanjut, Ridsu mengatakan anggota PIPIS saat ini telah berjumlah puluhan dan berasal dari berbagai daerah, tidak hanya di Sumbar tapi juga luar daerah. Untuk keanggotaan dikatakannya tidak ada memiliki persyaratan karena yang dituntut di sini adalah keikhlasan dan kemauan untuk peduli terhadap lingkungan.

"Anggota PIPIS datang dari berbagai kalangan dan berbagai daerah karena siapa saja boleh bergabung dan sifatnya adalah gerakan keikhlasan dan kepedulian. Kami sebenarnya tidak menganggap setiap yang bergabung di pipis adalah anggota. Sebab PIPIS berdiri dari semangat kawan-kawan yang saling merangkul yang kami namakan Kawan-Kawan PIPIS," ujarnya.

Ridsu mengungkapkan bahwa PIPIS belum membuka cabang dimanapun. Tapi dijelaskannya sudah cukup banyak daerah yang di luar Padang ingin melakukan gerakan yang sama seperti PIPIS seperti Kupang NTT, Lampung, Bangka Belitung, Jayapura, Bekasi, Medan, Palembang, dan Yogyakarta.

"Jumlah Kawan-Kawan PIPIS yang bergabung dan ikut aksi bersama pipis allhamdullillah sudah melebihi 50 orang. Kalau di Grup Whatsapp sudah mencapai 200 orang lebih," kata Ridsu.

Sedangkan untuk Kawan-Kawan PIPIS yang di luar daerah, siapapun bisa ikutan aksi seperti contoh dari kawan-kawan di Pariaman, Saudara Ulul Azmi yang ingin bergerak dan buka cabang PIPIS di Pariaman. Ia pun tidak pernah menolak dan memberikan kesempatan kepada siapapun agar lingkungan sekitar dapat bebas dari sampah.

"Namun yang penting tidak lari dari konsep PIPIS yang ada di padang. Jika ingin bikin gerakan baru, kami persilahkan dan kami support. Akhirnya berdirilah MP3 (Milenial Pariaman Peduli Pantai), allhamdullillah. Jangan menunggu sampah sampai ke mulut anak atau saudaramu, baru berteriak jangan buang sampah sembarangan. Oleh karena itu, Sampahmu Tanggung Jawabmu," katanya dengan tegas.

Saat ini kegiatan PIPIS juga telah di support oleh Wawako Padang Hendri Septa, Dinas Pariwisata Kota Padang, Pihak DLH, dan Satpol PP padang. Ia mengimbau untuk yang ingin mengetahui jadwal dan program kegiatan PIPIS dapat langsung follow instagram @pipis.ind dan akun Youtube PIPIS INDONESIA serta twitter @PipisIndonesia .

[Ade Suhendra]

Penulis: Iwan R | Editor: -