Revitalisasi Batang Arau, Warga Diimbau Tak Buang Sampah ke Sungai

Kawasan Batang Arau
Kawasan Batang Arau (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang terus "diparancak" dengan pembangunan pedestrian meliputi Kelurahan Batang Arau, Seberang Palinggam, dan Seberang Padang.

Seiring dengan pembangunan itu, pemerintah provinsi dan Kota Padang melakukan upaya nyata dengan membersihkan bantaran sungai dengan cara bergotong royong melibatkan perusahaan yang ada di kota itu. Ditargetkan dalam waktu 1,5 tahun kedepan, aliran yang bermuara di laut Padang itu akan bersih dari sampah.

Selain upaya nyata itu, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah juga telah mengeluarkan larangan membuang sampah di sekitar bantaran sungai yang paling tercemar di kota bengkuang itu. Bahkan dalam imbauan tertulis Walikota, barang siapa yang melanggar akan menerima hukuman kurungan selama 3 bulan dan denda Rp5 juta.

Baca Juga

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri menyampaikan membersihkan aliran Batang Arau dari sampah dalam waktu 1,5 tahun memang tidak mudah. Namun, pihaknya tetap optimis hal itu terwujud dengan cara gotongroyong dan mengedukasi masyarakat.

Selain upaya membersihkan, pihaknya juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama yang tinggal pinggir sungai, agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai.

“Budaya buang sampah sembarangan dari masyarakat harus dirubah. Sering pun bersih-bersih tanpa edukasi, tidak akan membuahkan hasil,” katanya, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Menurut Yosmeri, laut adalah sumber kehidupan bagi semua masyarakat, bukan hanya bagi masyarakat pesisir semata. Mencemari laut sama saja dengan merusak masa depan masyarakat.

Jika kepedulian terhadap kebersihan laut tidak ditegakkan, maka pada 2050 mendatang, generasi pelaut akan lebih banyak mendapatkan plastik dari pada ikan di lautan. 

Sementara itu, pelaksana dari PT. Fikri Bangun Perdana Jo yang bertanggung jawab atas pembangunan pedestrian Batang Arau minta kerja sama dari pemerintah dan masyarakat untuk saling menjaga kebersihan Sungai. Sehingga hasil dari pedestrian terlihat indah seperti yang telah dibangun sebelumnya (arah ke Gunung Padang).

"Jika sampah sudah tidak ada lagi, maka keindahan pedestrian semakin tampak dan ini akan menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi," ujarnya.

Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Sumatera Barat mengungkapkan Batang Arau merupakan sungai yang paling tercemar di daerah itu dibandingkan empat sungai besar lainnya.

Kondisi itu diperparah oleh kapal yang sandar di muara juga membuang sampah dan limbah ke Batang Arau. Akan tetapi Pemkot Padang sudah mulai melakukan pembersihan terhadap bangkai kapal di sungai tersebut. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir