40 Nagari Gelar Pilwana, Polres Sijunjung Petakan Potensi Kerawanan

"Tujuannya, agar tidak berkembang menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu dan menghambat pemungutan di Tempat Pemungutan Suara (TPS)"
Kapolres Sijunjung AKBP Driharto di Mapolres Sijunjung, Senin 2 September 2019 (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sijunjung, AKBP Driharto mengatakan, pelaksanaan Pemilihan Nagari (Pilwana) di Kabupaten Sijunjung, terdapat berbagai potensi kerawanan yang memerlukan perhatian serius. Potensi kerawanan, sambungnya, perlu jadi perhatian bersama untuk diantisipasi sejak dini.

"Tujuannya, agar tidak berkembang menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu dan menghambat pemungutan di Tempat Pemungutan Suara (TPS)," katanya di Mapolres Sijunjung, Senin 2 September 2019.

Driharto menambahkan, dalam pengamanan Pilwana tersebut, pihaknya menurunkan duapertiga dari kekuatan personel yang ditempatkan di TPS.

"Kekuatan yang kita turunkan sebanyak 146 personel. Selain itu kita juga dibantu personel Linmas di Nagari-nagari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan instansi terkait lainnya," ujarnya.

Lebih jauh ia melanjutkan, untuk personel segera menyiapkan fisik dan mental dengan dilandasi moral dan disiplin kerja yang tinggi. "Segera petakan kerawanan dan secepatnya kenali situasi di lingkungan TPS, kemudian bangun komunikasi dengan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan anggota Linmas," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilwana Kabupaten Sijunjung, Yenuarita mengatakan, terdapat 40 Nagari yang melaksanakan Pilwana dari 61 Nagari yang ada. Untuk persiapan, lanjutnya, saat ini sedang proses pengiriman logistik surat suara dan semua akan selesai hari ini.

"Pilwana akan digelar pada 4 September 2019 mendatang, untuk
jumlah TPS seluruhnya sebanyak 444 TPS, masing-masing nagari ada yang 3 TPS hingga 5 TPS," katanya.(*)