Pasca Kapal Karam, Dishub Pasbar: Kapal Nelayan Tak Boleh Jadi Pengangkut

Kapal nelayan yang karam pada Minggu lalu di Pasbar.
Kapal nelayan yang karam pada Minggu lalu di Pasbar. (istimewa)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Sekitar 400 lebih kapal nelayan pencari ikan yang tercatat di Kabupaten Pasaman Barat, tidak satu pun memiliki izin sebagai kapal pengangkut orang atau penumpang. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Edison Zalmi kepada wartawan.

"Izin sejumlah kapal nelayan yang ada di Pasbar , hanya sebatas izin kapal penangkap ikan," katanya.

baca juga: Polisi Benarkan Laporan PDIP Soal Dugaan Peyebaran Hoaks Terkait Puan Maharani di Pasbar

Hingga saat ini, belum ada satu pun kapal nelayan yang memiliki izin yang peruntukannya digunakan sebagai kapal pengangkut orang atau penumpang. Sebab, kapal nelayan yang ada di Pasaman Barat ( Pasbar ) tidak satu pun layak digunakan untuk kapal pengangkut orang.

"Untuk peruntukan kapal pengangkut orang atau penumpang itu, ada standarnya," sebutnya.

baca juga: Diduga Sebarkan Gambar dan Pesan Hoaks Puan Maharani, Ketua DPRD Pasbar Dipolisikan

Sedangkan untuk segala perizinan peruntukan kapal, yang berhak mengeluarkan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur. "Kita akan segera berkoordinasi dengan KSOP terkait persoalan kapal ini," katanya.

Para nelayan hendaknya jangan menggunakan kapal pencari ikan untuk mengangkut orang, apalagi sempat melebihi kapasitas. "Ya, seperti kejadian kemaren kapal nelayan digunakan untuk mengangkut orang di Kecamatan Air Bangis," tuturnya.

baca juga: Pasca Protes Masyarakat Air Haji Pasbar ke PT Agrowiratama, Ini Hasil Pertemuannya

Diketahui, kapal nelayan yang tenggelam dihantam ombak pada Minggu (1/9) lalu yang membawa penumpang di laut Air Bangis, kata Edison Zalmi, diduga melebihi kapasitas. Seharusnya kapal seukuran GT4 tersebut, hanya bisa menampung dengan kapasitas berat 15 orang.

Beruntung sekitar 27 orang penumpang kapal tersebut selamat dan tidak ada korban jiwa. "Kapal nelayan jangan sampai disalahgunakan peruntukannya. Jika terjadi kecelakaan bisa menjadi masalah," jelasnya.

baca juga: Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UNRI Melalui Edukasi COVID-19 dan Pemberian Masker di Nagari Jonggor Pasbar

Ia mengimbau, kepada nelayan agar tidak menggunakan kapal untuk mencari ikan sebagai kapal penumpang. "Jika memang digunakan untuk penumpang, hendaknya jangan sampai melebihi kapasitas. Apalagi saat ini cuaca kurang bersahabat," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan KSOP terkait permasalahan itu, sebelum nantinya ada korban jiwa pada penumpang. Ia menerangkan, kapal jenis GT atau tonase kotor tentu berbeda dengan kapal NT atau tonase bersih. Namun untuk penentuan jenis kapal GT atau NT adalah dari KSOP.

"Kita akan segera berkoordinasi dengan KSOP agar nantinya kapal nelayan tidak disalahgunakan lagi, apalagi jika ada kecelakaan laut," terangnya.

[Irfan Pasaribu] 

Penulis: Agusmanto