Realisasi Capaian Peserta KB Baru di Tiga Daerah Masih Rendah

"Tiga daerah itu yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Solok"
Kepala BKKBN Provinsi Sumbar, Syahryddin dalam kegiatan Review evaluasi Program KKBPK Tahun 2018, Selasa (3/9) (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Syahruddin mengatakan ada tiga daerah di Sumbar yang masih rendah dalam capaian peserta KB baru.

"Tiga daerah itu yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Solok," katanya dalam kegiatan Review evaluasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tahun 2018, Selasa (3/9).

Ia menjelaskan masing-masing capaiannya itu rinciannya yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai 21,06 persen, Kota Payakumbuh 32,67 persen dan Kabupaten Solok 34,34 persen.

“Banyak faktor, mulai dari keterbatasan akses, dan juga jumlah tenaga penyuluh,” katanya.

Review dilangsungkan di Hotel Grand Inna Padang kemarin, mengangkat tema percepatan pelaksanaan program KKBPK bersama mitra dalam mendukung pencapaian target dan kontrak kinerja (KKP) tahun 2019.

"Data pencapaian KB yang diklaim per Juli 2019," katanya.

Sementara itu, untuk pencapaian peserta baru tertinggi adalah Kabupaten Dharmasraya sebesar 62,94 persen.

Dijelaskannya, jumlah Peserta KB aktif pada level Provinsi sekitar 68,21persen. Pencapaian peserta KB baru sudah sebesar 48,68 persen.

“Data tersebut total terhadap prakiraan permintaan masyarakat untuk Sumbar dalam periode Januari sampai dengan Juli 2019,” tambah dia.

Sedangkan untuk Unmetneed sekitar 15,01 persen. Unmetneed merupakan pemenuhan kebutuhan alat kontrasepsi untuk pasangan usia subur.

"Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim, di lingkungan Korem 032/Wirabraja, Lantamal, Ibu-Ibu Ketua penggerak PKK atas ketercapaian peserta baru KB mengalami progresivitas menggembirakan.
Namun begitu lanjutnya, selaku lembaga yang punya tugas pokok dalam program KKBPK perlu melakukan koordinasi intens guna menyiapkan rencana aksi selanjutnya sampai akhir tahun anggaran 2019 berakhir.

“Selaku lembaga yang punya tugas ... Baca halaman selanjutnya