Desas-desus Kenaikan Iuran JKN-KIS, Kacab BPJS Padang: Baru Usulan 

"Semua angka-angka yang beredar di tengah masyarakat masih sebatas usulan dan hingga saat ini masih dalam pembahasan di DPR"
Kepala BPJS Cabang Padang, Asyraf Mursalina didampingi Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, Debi Mersah Putra saat konfrensi pers di RM Silungkang, Padang, Selasa (3/9) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Desas-desus kenaikan iuran peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) disikapi beragam oleh masyarakat, mulai dari keinginan turun kelas hingga mengakhiri kepesertaan.

Menyikapi kondisi itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Padang, Asyraf Mursalina meminta masyarakat tidak buru-buru mengambil keputusan yang belum pasti.

"Hingga kini belum ada kepastian apakah itu soal angka maupun regulasinya, jadi kami minta masyarakat untuk bersabar,"ujarnya didampingi Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Padang, Debi Mersah Putra saat konfrensi pers di RM Silungkang, Padang, Selasa (3/9).

Menurutnya, semua angka-angka yang beredar di tengah masyarakat masih sebatas usulan dan hingga saat ini masih dalam pembahasan di DPR. Walaupun terjadi kenaikan, BPJS menilai hal itu penyesuaian dan pasti akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat. 

"Pasti akan ada sosialisasi ke masyarakat terlebih dulu yang diberikan pemerintah jika memang nanti ada penyesuaian iuran tersebut," katanya.

Lebih lanjut dengan adanya rencana penyesuaian iuran JKN-KIS ini, ia mengakui telah berdampak pada masyarakat yakni adanya masyarakat yang pindah kelas menjadi kelas tiga ataupun meminta keluar dari JKN.

"Untuk itu kepada masyarakat jangan keburu-buru pindah kelas atau keluar dari JKN, tunggu dulu regulasi ada penyesuainnya. Ternyata penyesuaian iuran angka tidak sebesar itu dan masih terjangkau. Sebab, jika sudah pindah kelas lagi untuk naik kelas mesti tunggu waktu setahun. Mari tunggu dulu sampai keluar regulasinya terlebih dahulu,"katanya. 

Selain itu, lanjutnya, untuk pindah kelas mandiri, tidak perlu datang ke kantor BPJS, masyarakat sudah dapat melakukannya sendiri dengan mendownload aplikasi mobil JKN di playstore handphone ... Baca halaman selanjutnya