Penangkapan Pasangan Diduga Gay di Padang, Wagub: Pihak Kampus Mesti Tindak Tegas

"Kampus semestinya memecat mereka agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari"
Wagub Sumbar Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit tidak kendor-kendornya terhadap LGBT di daerahnya.

Menanggapi penangkapan pasangan gay yang merupakan oknum dosen dan mahasiswa yang berlatar belakang dari perguruan tinggi yang ada di Kota Padang beberapa hari lalu, Wagub meminta pihak kampus bertindak tegas.

"Kampus semestinya memecat mereka agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari," ujarnya, Rabu (4/9) di Padang.

Dijelaskan Nasrul Abit, seharusnya mereka menjadi contoh yang baik karena merupakan orang yang terpelajar dan terdidik. Seharusnya mereka menjadi pelopor pemberantasan LGBT bukannya menjadi pelaku. Kedepan perguruan tinggi atau kampus yang ada di Sumbar agar memberikan pemahaman kepada dosen dan mahasiswanya tentang bahaya perilaku LGBT.

"LGBT ini tidak dapat dibiarkan sebab perilaku ini benar-benar merusak generasi kita kedepannya, maka perlu diberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat serta generasi muda di Sumbar," tuturnya.

Selain itu, Pemprov Sumbar saat ini tengah menyusun terkait Perda sanksi terkait perilaku ini, baik itu sanksi hukum atau secara adat karena perilaku ini sangat bertentangan bagi masyarakat Sumbar.

"Kita tengah menyusun Perda itu, mudah-mudahan nanti DPRD dapat mengakomodirnya sehingga ada sanksi bagi mereka yang LGBT ini, karena ini benar-benar dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa ini," pungkasnya.

Sebelumnya, dua orang laki-laki digerebek warga, Sabtu (31/8) malam di sebuah rumah kontrakan di Perumahan ABI, RT 001, RW 001, Kelurahan Padang Sarai. Kedua pasangan tersebut masing-masing berinisial Z (55) yang merupakan seorang oknum dosen salah satu kampus yang ada di Kota Padang. Sedangkan pasangannya berinisial DAF (23), seorang mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Kota Padang. (*)