Jembatan Ambruk, Akses Warga di Pessel Terganggu

kondisi jembatan di  Nagari Lagan Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan
kondisi jembatan di Nagari Lagan Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Akses warga di Nagari Lagan Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terganggu akibat ambruknya bangunan jembatan setempat.

Kondisi ini sudah terjadi sejak Minggu malam 1 September 2019, hingga kini masih dalam kondisi sama, dan membuat akses warga dan siswa setempat menjadi tidak lancar.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

"Beginilah kondisinya, sampai sekarang masih kondisi sama. Belum ada perbaikan," ungkap Ari Depi (28), salah seorang warga setempat kepada KLIKPOSITIF , Rabu 4 September 2019.

Ia menyebutkan, jembatan tersebut adalah penghubung antara Kampung Batu Joliang dan Kampung Timbarau. Setidaknya, selain menjadi akses ke ladang, juga satu-satunya penghubung bagi anak-anak menuju sekolah terdekat saat ini.

baca juga: Realisasi Pajak Daerah Kota Padang Baru 25 Persen

"Karena ini akses terdekat. Jadi walaupun kondisi sudah ambruk tetap saja dilalui," sebutnya. Menurutnya, para siswa dan warga setempat melewati dengan cara meniti kerangka jembatan yang tinggal.

Ia menerangkan, kondisi jembatan memang sudah lama memprihatinkan. Namun, tidak pernah ada pembangunan baru dari Pemda setempat.

baca juga: Tidak Lagi Digratiskan, Hotel, Restoran dan Tempat Hiburan di Kota Padang Mulai Bayar Pajak

"Bagian badan jembatan banyak lobang. Sebagian besar kayu penyanggah sudah lapuk," terangnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Linggo Sari Baganti, Jon Jerizal Asmal menyampaikan, selain dimakan usia, ambruknya jembatan itu akibat diterjang banjir.

baca juga: Jual Beli Jumat, Harga Emas Naik Tipis

Katanya, dalam sepekan terakhir curah hujan di daerah itu cukup tinggi, dan sebelumnya, sudah pernah dapat perbaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak dua kali.

"Tapi ternyata tidak bertahan lama. Memang usia jembatan itu sudah tua. Sudah puluhan tahun bahkan," jelasnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku, pihak kecamatan dan pemerintahan nagari telah sejak lama mengusulkan pembangunannya pada pemerintah kabupaten.

Namun hingga kini masih belum terealisasi. Ia berharap, pemerintah kabupaten segera merealisasikan jembatan permanen. Jika tidak, bakal berdampak pada perekonomian masyarakat.

"Karena ini menyangkut perekonomian warga sekitar. Kami berharap, tahun anggaran 2020 dapat terealisasi," tutupnya. (Kiki Julnasri)

Penulis: Eko Fajri