Penyandang Disabilitas Ikuti Jalan Sehat Sejauh 3 Kilometer di Bukittinggi

Jalan sehat bersama disabilitas yang digelar RRI Bukittinggi
Jalan sehat bersama disabilitas yang digelar RRI Bukittinggi (Yudi Prama Agustino)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Seratusan peserta yang terdiri dari karyawan-karyawati RRI Bukittinggi beserta keluarga, serta penyandang disabilitas dari kalangan Sekolah Dasar hingga dewasa di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, turut berpartisipasi mengikuti kegiatan jalan sehat, sebagai rangkaian peringatan Hari Radio ke 74, Minggu (8/9/2019) kemarin.

Rute jalan sehat bersama disabilitas itu mengambil jalur melingkar, mulai dari halaman Kantor RRI Bukittinggi , melintasi Jalan Prof. M.Yamin, Jalan By Pass Aur Kuning, Jalan Diponegoro, dan Kembali Melewati Jalan Prof. M. Yamin Menuju titik finish di halaman Kantor RRI Bukittinggi .

baca juga: Kabar Duka, Anggota DPRD Bukittinggi Meninggal Dunia

Sebelum start dimulai salah seorang penyandang tuna netra asal Surabaya yang telah lama menetap di Bukittinggi , Dwi Kurniawan Putra mengatakan, jalan sehat ini sangat bermanfaat, disamping untuk menjalin silaturahmi, dalam hal ini dapat dibuktikan bahwa penyandang tuna netra juga dapat beraktivitas secara mandiri.

Pada jalan santai bersama disabilitas yang diadakan RRI Bukittinggi kali ini, jelas Dwi Kurniawan Putra, para penyandang tuna netra yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Bukittinggi turut berpartisipasi, hal itu berkat bantuan dari mitra bakti salah satu organisasi sosial pemerhati penyandang tuna netra.

“Mereka sangat peduli pada kami, disamping memberikan bantuan moril dan spiritual, kami juga dibantu secara ekonomi, disamping itu kami juga banyak ikut kegiatan yang diadakan RRI Bukittinggi seperti kegiatan donor darah, dialog, seminar, serta kegiatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun LPP RRI Bukittinggi Lina Rossini, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan LPP RRI Bukittinggi sangat membantu penyandang disabilitas untuk saling berinteraksi dengan masyarakat sekitar, dan olahraga ringan ini juga dapat menjadi sarana untuk menjaga kebugaran fisik mereka.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan rasa percaya diri bagi seluruh penyandang disabilitas , sehingga mereka terasa lebih diperhatikan dan diterima dalam kondisi yang sama dalam kehidupan bermasyarakat,” ulasnya.

Menurut Lina Rossini, penyandang disabilitas atau orang dengan kebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dengan manusia normal dalam memperoleh pendidikan, tumbuh kembang, mereka juga manusia yang produktif yang perlu mendapatkan perhatian.

“Sebagai bukti nyata, dari segi fisik mereka juga tidak kalah kuat berjalan kaki sejauh 3 Kilometer seperti manusia normal lainnya. Namun terkadang sebagian dari orang tua mereka terasa minder dengan kondisi anaknya, dan hal itu jadi tugas kita sebagai lembaga penyiaran yang juga dapat mempersatukan masyarakat, termasuk bagi mereka yang memiliki kekurangan ini,” terangnya. (rilis)

baca juga: Bukittinggi Buka Pendaftaran Siswa Baru, Ini Jadwalnya

Penulis: Iwan R