Ingin Maju Independen di Pilkada 2020 Solok, Begini Caranya

"Dukungan paling sedikit yang mesti diserahkan calon independen sebanyak 8.5 persen dari jumlah DPT"
ilustrasi (net)

SOLOK,KLIKPOSITIF-Jalur independen atau perseorangan menjadi salah satu alternatif dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah 2020 mendatang di Kabupaten Solok. Menurut Komisioner KPU Kabupaten  Solok, Jons Manedi, Untuk bisa maju melalui jalur perseorangan, bakal calon harus menyerahkan dukungan berupa fotokopi KTP yang jumlah dan sebarannya berdasarkan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu terakhir.

"Untuk Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat dalam DPT terakhir sampai dengan 250.000 jiwa mesti didukung paling sedikit 10 persen,"  kata Jons Manedi, Senin (9/9).

Sementara itu, untuk daerah dengan jumlah DPT 250.000 sampai dengan 500.000 jiwa di dukung paling sedikit 8.5 persen. dan untuk jumlah DPT 500.000 sampai dengan 1.000.000 jiwa di dukung paling sedikit 7.5 persen. "Kalau diatas 1.000.000 jiwa, paling sedikit didukung 6.5 persen masyarakat usia pilih," terang Jons Manedi.

Terkait Kabupaten Solok, pada pemilu terakhir memiliki jumlah penduduk yang terdaftar dalam DPT sebanyak 281.902 jiwa. Artinya dukungan  paling sedikit yang mesti diserahkan 8.5 persen. "Artinya, kalau maju melalui jalur independen, minimal menyiapkan dukungan dengan jumlah 23.962 KTP yang tersebar di 50 persen lebih wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Solok," ujarnya.

Sedangkan bakal calon yang akan maju dengan jalur partai politik mesti mendapat dukungan minimal 20 persen kursi yang ada di DPRD atau minimal 25 persen suara sah partai politik peserta pemilu yang mempunyai kursi di parlemen (DPRD).

Bakal calon yang akan maju di Kabupaten Solok mesti di dukung oleh minimal 7 Kursi yang ada di DPRD, atau minimal suara sah sebanyak 49.858 dari 199.430 suara sah pada pemilu 2019.

Syafriadi