Terkait Kasus Narkoba di Limapuluh Kota, Keluarga Tolak Autopsi Jenazah YD

"Jenazah telah dibawa pulang pihak keluarga ke Pekanbaru"
Polisi menemukan senpi dalam mobil yang digunakan pengedar narkoba (Istimewa)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Jenazah pria asal Pekanbaru, Riau berinisial YD yang terlibat baku tembak dengan Polres 50 Kota dijemput keluarga. YD merupakan pengedar narkoba jenis Sabu yang ditemukan di dalam mobil saat akan dihentikan di Kawasan Ketinggian, tepatnya di depan Mapolres pada Sabtu 7 September 2019 lalu.

Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis mengatakan penjemputan jenazah dilakukan kemarin Minggu 9 September 2019 di RS Bhayangkara Polda Sumbar. Ia menjelaskan sebelum dibawa pulang, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah.

"Pihak keluarga YD (35 tahun) yang datang dari Pekanbaru-Riau menolak untuk dilakukannya otopsi oleh pihak RS Bhayangkara Polda Sumbar," kata Kapolres didampingi Kasatres Narkoba Iptu Hendri Has bersama Kasubag Humas AKP. Yuhelman.

Sementara itu, untuk teman wanitanya WH (27 tahun) yang berada satu mobil dengan YD saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolres 50 Kota. Sebelumnya, pihak keluarga juga telah mengunjungi WH pasca kejadian.

"Statusnya masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Sedangkan kondisinya mengalami patah tangan bagian kanan karena tulangnya pecah akibat terserempet peluru," AKBP Haris Hadis yang akan berpindah tugas dari Polres Kabupaten 50 Kota ke Kota Padang sebagai Wakapolresta Padang.

Kasatres Narkoba Iptu Hendri Has menambahkan bahwa menurut keterangan WH, ia mengaku tidak mengetahui terkait narkoba jenis sabu yang mencapai berat setengah kilogram tersebut. Tapi ia tidak menampik bahwa dirinya telah mengkonsumsi Sabu bersama beberapa orang temannya di salah satu hotel di Pekanbaru.

"Saya bersumpah, demi Allah dan dua anak Saya, Pak. Saya tidak mengetahui tentang barang tersebut," kata Iptu Hendri Has kepada KLIKPOSITIF, Senin 7 September 2019.

[Ade Suhendra]