Angka Kematian Akibat HIV/AIDS Rendah di Kota Padang, Dinkes Klaim Pengobatan dengan ARV Berhasil

"Dengan menggunakan ARV ini, perkembangan virusnya akan semakin mengecil, dari perkembangan 1000 bisa menjadi 10 bahkan satu,"
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kendati angka penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Padang terus bertambah, angka kematiannya tidak begitu tinggi.

"Untuk angka kematian penderita HIV/AIDS di Kota Padang hanya sekitar tiga orang per tahunnya dan angka itu hanya berkisar antara satu hingga dua persen saja," Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Padang, dr Gentina.

Ia mengatakan, hal tersebut karena banyaknya kesadaran pengidap HIV/AIDS yang menggunakan obat ARV yang disediakan.

"Berkurangnya angka kematian pada pengidap HIV/AIDS ini membuktikan pengobatan yang kami lakukan telah berhasil," lanjutnya.

Menurutnya, pengobatan menggunakan ARV yang dilakukan akan memperkecil perkembangan virus yang ada di darah pengidapnya.

"Dengan menggunakan ARV ini, perkembangan virusnya akan semakin mengecil, dari perkembangan 1000 bisa menjadi 10 bahkan satu," lanjutnya.

Menurutnya, pengobatan ARV yang dilakukan itu juga bisa menghambat penularan virus dari ibu mengandung terhadap anaknya.

"Jika seorang pengidap HIV/AIDS rajin melakukan pengobatan ARV ini, maka penularan terhadap bayi bisa dihambat," sambungnya.

Ia berharap agar penderita HIV/AIDS lainnya mau melakukan pengobatan sehingga angka kematian pengidap HIV/AIDS tidak meningkat lagi.

"Meskipun masih belum bisa menyembuhkan, setidaknya dengan pengobatan ARV ini bisa memperpanjang waktu hidup pengidap HIV/AIDS," tutupnya.

Dinas Kesehatan Kota Padang menemukan sebanyak 179 orang pengidap HIV/AIDS baru hingga bulan Juli tahun 2019.

Angka pengidap HIV/AIDS di Kota Padang selama pihaknya melakukan pemantauan sudah mendekati angka dua ribu orang.

[Halbert Caniago)