Unik! Ada Sekolah Beruk dengan Kurikulum Kompetensi di Pariaman

Sekolah beruk di Pariaman.
Sekolah beruk di Pariaman. (istimewa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Apa jadinya jika beruk masuk sekolah ? Inilah yang terjadi di Kota Pariaman , tepatnya di Desa Apar. Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Desa Apar mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) dan melatih mereka menjadi pemanjat kelapa yang handal.

Di Sekolah Tinggi itu, beruk (macacus nemestrinus) yang merupakan hewan primata ini akan dididik melalui proses kurikulum khusus primata dengan visi mampu memetik buah kelapa. Kepala STIB Mandiri, Hamidul Adhar saat ditemui di sekolah beruk menjawab, STIB yang dipimpinnya itu satu-satunya di Pariaman dan didirikan tahun 2019.

baca juga: New Normal, Komnas PA Minta Siswa Tetap Belajar di Rumah Sampai Indonesia Bebas Corona

"Kami buka pendidikan untuk murid baru, tentu muridnya adalah beruk . Disini, beruk akan dilatih oleh guru yang handal," jawab Hamidul, Rabu 11 September 2019.

Sebagai Sekolah Tinggi, kata dia lagi, tentu memilik kurikulum juga, meliputi keahlian memutar kelapa, pengenalan kelapa pada beruk dan pengenalan diri bagi beruk . Pada proses pelajaran lanjutan, beruk akan melewati tahapan ujian kompetensi.

baca juga: 250 Personel Disiagakan untuk PSBB Libur Lebaran di Pariaman

"Dimana, beruk diuji untuk memetik kelapa yang digantungkan, lalu memetik buah kelapa sesuai jenis (muda/tua). Kalau lulus ujian, maka tahap selanjutnya, beruk magang atau praktik memetik buah di lapangan," jelas Hamid.

Bagi "Wali Murid" beruk yang berminat silakan daftar. "Kami melatih beruk yang berumur 1 hingga 2 tahun dengan jadwal pelatihan pada pagi dan sore hari. Empat bulan lamanya," sebut Hamid.

baca juga: Lebaran di Tengah Pandemi COVID-19, Begini Aturannya di Pariaman

Dikatakannya juga, untuk biaya pihaknya tidak mematok tarif. "Karena masih baru, tak ada patokan untuk biaya sekolah beruk ini. Yang penting kami tampung dulu beruk -beruk se-Kota Pariaman ," ungkapnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Agus Sri Efendi (50) yang merupakan guru sekaligus pelatih beruk di sekolah tersebut mengaku, sudah banyak beruk "Sarjana" di tangannya. "Iya, sudah banyak beruk yang pandai memetik buah kelapa. Mereka semua juga ahli dalam menilik kelapa," sebut Efendi.

baca juga: Lebaran Saat PSBB Masih Berlaku, Objek Wisata Pariaman Terpaksa Ditutup

Lebih lanjut, pelatih itu menuturkan hampir sepuluh tahun dia menjalankan profesi tersebut. Menurutnya menjadi pelatih beruk tidak hanya memerlukan kecakapan dan keahlian tentang karakter primata. "Lebih dari itu, kita harus bermental biar beruk segan dan juga harus sabar biar beruk bisa melalui proses tahap demi tahap," ulas Efendi.

Efendi juga mengutarakan, tidak semua beruk menurut saat dilatih. Bahkan, ada juga beruk yang balik melawan. "Iya lah, ada juga murid-murid melawan saat diberi arahan. Contohnya, beruk yang rewel atau madar. Biasanya yang masih umur satu tahun, banyak ulah, kadang mau juga melawan padahal masih kecil," cetus Efendi.

Efendi dan Pimpinan STIB Desa Apar berharap sekolah beruk ini mampu mewujudkan visi dan misi pendidikan yang mereka rintis. "Sehingga, beruk Pariaman bisa unggul dari pada beruk yang ada di daerah lain," harapnya.

[Rehasa]

Penulis: Agusmanto