Dugaan Korupsi Alat Kesehatan, Kepolisian Tahan Mantan Direktur RSUD Rasidin

"Memang sudah kami tahan di Mapolsek Padang Timur, penahanan dilakukan setelah adanya pemeriksaan terhadap tersangka, kemarin (Selasa, 10/9) hingga Rabu, 11/9 pukul 01.00 tadi malam"
Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan. (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sepekan setelah diterapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB, mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin, berinisial H ditahan oleh pihak Kepolisian Resor Kota Padang pada Rabu 11 September 2019.

H yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian ditahan di Mapolsek Padang Timur yang merupakan sel tahanan khusus perempuan.

"Memang sudah kami tahan di Mapolsek Padang Timur, penahanan dilakukan setelah adanya pemeriksaan terhadap tersangka, kemarin (Selasa, 10/9) hingga Rabu, 11/9 pukul 01.00 tadi malam" ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan.

Ia mengatakan, untuk empat tersangka lainnya yang merupakan pihak ketiga masih belum ditahan karena belum datang memenuhi panggilan pertama yang diserahkan sepekan yang lalu.

"Untuk empat orang tersangka lainnya nanti akan kami kirimkan lagi surat panggilan kedua, jika masih tidak hadir, maka akan kami lakukan upaya paksa," sambungnya.

Sebelumnya, dugaan korupsi terjadi pada pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB yang anggaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013.

Dalam proses pengadaan, diduga terjadi sejumlah pelanggaran, dan manipulasi anggaran. Penyidik berkesimpulan telah terjadi tindak pidana dugaan korupsi berupa penyalahgunaan wewenang yang berpotensi terhadap kerugian keuangan dan perekonomian negara.

"Modus dugaan korupsi dilakukan dengan cara mengangkat harga satuan barang dari alat kesehatan, membuat dokumen fiktif dan mengatur proses lelang," ujarnya.

Kasusnya berawal dari laporan masuk dari masyarakat pada Maret 2016. Kala itu, RSUD Rasidin Padang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan dekosentrasi APBN-TP 2013 sebesar Rp10 miliar pada Februari 2013.

Kemudian, Kementerian Kesehatan RI melalui Ditjen Bina Upaya kesehatan (BUK) mengundang Satker RSUD dr RASIDIN padang ... Baca halaman selanjutnya