Masih Ada yang Membandel, DKP Sumbar Akan Terus Tertibkan Pukat Harimau di Pessel

"Sebaiknya tidak digunakan lagi. Sebab, alat-alat itu sudah dilarang undang undang"
Kapal yang ditangkap menggunakan pukat harimau (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat (Sumbar) bakal terus melakukan penertiban kapal pukat harimau yang beroperasi di perairan Muaro Kandis Punggasan, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala DKP Sumbar, Yosmeri mengaku, meski sudah dilakukan penertiban, tetapi tetap saja masih ada yang membandel. Namun, hal itu tidak akan membuat DKP surut, dan akan terus melakukan penertiban sampai, pelaku benar-benar jera.

"Terkait yang masih beroperasi, kita akan terus lakukan penertiban dan pembinaan," ungkap Yosmeri saat dihubungi KLIKPOSITIF, Rabu 11 September 2019.

Ia menjelaskan, sejauh ini terkait aktivitas pukat harimau di daerah tersebut, pihaknya sudah berhasil menangkap dua orang pelaku. Di mana saat ini, sudah ditangani penyidik dan menunggu hasil dari diproses penyidik.

"Ya, lagi proses dipenyidik. Kita tunggu gimana hasil penyidikan dan kepada nelayan pukat harimau lainnya agar tidak lagi mengunakannya," terangnya.

Lanjutnya, untuk saat ini, pihaknya akan terus mengimbau para nelayan untuk tidak menggunakan alat-alat tangkap telarang. Sebab, hal itu sudah diatur penggunaannya, terutama pukat harimau yang dapat memunahkan perkembangan ikan di laut.

"Sebaiknya tidak digunakan lagi. Sebab, alat-alat itu sudah dilarang undang undang," tutupnya.

Diberitakan, sejumlah kapal diduga menggunakan pukat harimau masih tetap berkeliaran di perairan Muaro Kandis Punggasan, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pasca penangkapan Senin 9 September 2019 lalu.

Informasi yang diterima KLIKPOSITIF, aktivitas kapal-kapal tersebut terpantau kembali seperti sedikala dengan jumlah yang relatif sama. Aktivitas kapal-kapal tersebut mulai terpantau kembali sejak Selasa 10 September kemarin, atau sehari pasca pengakapan.

[Kiki Julnasri]