Kasus Dugaan Korupsi di RSUD Rasidin, Polisi Akan Periksa Mantan Wali Kota Padang

"Semua saksi ada yang ASN dan ada juga yang masyarakat sipil,"
RSUD Rasidin Padang (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin, pihak kepolisian Resor Kota Padang telah memeriksa sebanyak 50 orang saksi.

"Untuk saksi sudah kami periksa sebanyak 50 orang hingga saat ini dan kami juga akan memeriksa mantan Wali Kota Padang," ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan, Rabu 11 September 2019.

Ia mengatakan, dari 50 orang saksi tersebut yang diperiksa semunya berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan pada anggaran tahun 2013.

"Semua saksi ada yang ASN dan ada juga yang masyarakat sipil," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terutama kepada empat orang tersangka lainnya yang masih belum memenuhi panggilan.

Sebelumnya, pihaknya telah menahan seorang tersangka yang merupakan mantan Direktur RSUD Rasidin, Hartati sejak Rabu 11 September 2019.

Dugaan korupsi terjadi pada pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB yang anggaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013.

Dalam proses pengadaan, diduga terjadi sejumlah pelanggaran, dan manipulasi anggaran. Penyidik berkesimpulan telah terjadi tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan wewenang yang berpotensi terhadap kerugian keuangan dan perekonomian negara.

"Modus dugaan korupsi dilakukan dengan cara mengangkat harga satuan barang dari alat kesehatan, membuat dokumen fiktif dan mengatur proses lelang," ujarnya.

Kasusnya berawal dari laporan masuk dari masyarakat pada Maret 2016. Kala itu, RSUD Rasidin Padang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan dekosentrasi APBN-TP 2013 sebesar Rp10 miliar pada Februari 2013.

Kemudian, Kementerian Kesehatan RI melalui Ditjen Bina Upaya kesehatan (BUK) mengundang Satker RSUD dr Rasidin Padang untuk melakukan penelahaan Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) dengan melampirkan dokumen pembanding.

Setelah ... Baca halaman selanjutnya