Kilas Balik Hubungan BJ Habibie dengan Jerman

"BJ Habibie mendapat gelar Diplom Ingenieur (Insinyur) dari universitas teknik Jerman RWTH Aachen tahun 1960. Tahun 1965, ia mempertahankan disertasi di bidang teknik dirgantara, dan mendapat gelar Dr. Ing, yaitu doktor di bidang teknik. Hingga usia lanjut, BJ Habibie tetap berhubungan erat dengan Je"
Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie (Net)

KLIKPOSITIF -- Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, wafat di Jakarta hari Rabu (11/09), dalam usia 83 tahun, setelah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Dilansir dari DW.comberikut beberapa perjalanan hubungan antara BJ Habibie dengan Jerman.

1. Hubungan erat dengan Jerman

BJ Habibie mendapat gelar Diplom Ingenieur (Insinyur) dari universitas teknik Jerman RWTH Aachen tahun 1960. Tahun 1965, ia mempertahankan disertasi di bidang teknik dirgantara, dan mendapat gelar Dr. Ing, yaitu doktor di bidang teknik. Hingga usia lanjut, BJ Habibie tetap berhubungan erat dengan Jerman.

2. Tetap aktif setelah tinggalkan jabatan politik

Tahun 2012, BJ Habibie hadir di Global Media Forum, konferensi internasional ini diselenggarakan setiap tahun oleh Deutsche Welle.

Kepada DW, BJ Habibie, yang dijuluki Bapak Teknologi, pernah menyatakan bahwa peluang mendapatkan pendidikan sekolah harus diberikan kepada semua warga tanpa pandang bulu.

3. BJ Habibie di jenjang politik Indonesia

Dari tahun 1983 hingga 1998, BJ Habibie menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Tahun 1998 ia diangkat menjadi Wakil Presiden oleh Suharto, yang ketika itu baru dipilih kembali oleh MPR menjadi Presiden Indonesia.

Setelah Suharto mengundurkan diri di tengah kemelut krisis ekonomi, Habibie dilantik menjadi Presiden ketiga Indonesia, jabatan yang dipangkunya hingga 1999.

4. Menyokong semua orang tanpa pandang suku, agama dan ras

"Pembangunan yang akan mengandalkan sumber daya manusia tak boleh dibatasi hanya untuk pegawai negeri." Demikian ditandaskan BJ Habibie dalam wawancara dengan Deutsche Welle tahun 2012.

Ia mengatakan, semua rakyat Indonesia berhak mengenyam pendidikan.

Sumber: DW.com