Polres Sawahlunto Pastikan Pengedar Uang Palsu Bukan Sindikat Karena Hal Ini

"Mereka belum profesional, masih coba-coba, itu dilihat dari uang yang kami disita dari pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu masing-masing nomor serinya sama"
Uang Palsu yang Disita (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Sawahlunto, Kompol Jerry Syahrim memastikan dua pelaku pembuat dan pengedar uang palsu yang ditangkap bukan bagian dari sindikat pengedar uang palsu yang profesional. Diketahui, dua pelaku pengedar uang palsu tersebut berinisial DV dan SAH pada 5 September 2019 lalu.

"Mereka belum profesional, masih coba-coba, itu dilihat dari uang yang kami disita dari pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu masing-masing nomor serinya sama karena berasal dari yang di scan di printer," katanya di Mapolres Sawahlunto, Kamis 12 September 2019.

Jerry menambahkan, uang palsu yang diedarkan bukan berbahan bagus melainkan berbahan kertas HVS, yang dicetak dengan printer merk Canon PIXMA MP287.

"Kepada penyidik SAH mengaku, ide awal membuat uang palsu berdasarkan cerita temannya dengan menggunakan printer biasa dan hasilnya benar-benar mirip dengan yang asli. Atas dasar itu, ia mengajak pelaku lainnya untuk melancarkan rencananya," ujarnya.

Kemudian, sambung Jerry, SAH tidak mengetahui beberapa jumlah uang palsu yang dicetak bersama rekannya. "Karena saat ia sudah melakukan transaksi menggunakan uang palsu, rekannya yang masih buron tersebut masih melakukan pencetakan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Jerry meminta masyarakat untuk waspada saat melakukan transaksi jual beli, khususnya di Sawahlunto, karena masih ada rekan tersangka yang masih buron.

"Kami himbau kepada masyarakat, untuk teliti dengan uang yang diterima saat bertransaksi jual beli, walau dalam anggapan kami dengan ditangkapnya rekan mereka itu bisa membuat mereka jera dan tidak ingin membelanjakan uang palsu tersebut," katanya lagi.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Sawahlunto AKP Julkipli Ritonga menambahkan, pihaknya terus memburu keberadaan tiga pelaku lainnya. "Semoga dalam waktu dekat dapat kita amankan semuanya," kata Julkipli.(*)