Perpusnas Dorong Terwujudnya Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sumbar

"Selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan pustaka juga wajib memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat"
Peserta Stakeholder Meeting dengan tema “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Rabu-Kamis (11-12 September 2019) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat menggelar pertemuan dengan para pihak (stakeholder meeting) dengan tema “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Rabu-Kamis (11-12 September 2019).

Kegiatan yang diinisiasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar itu mengusung misi literasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal itu sebagai bentuk dorongan Perpusnas kepada perpustakaan di daerah agar menjadi tempat bagi masyarakat mengembangkan kualitas diri mereka. Serta, terkoneksi dengan informasi dan menyediakan wadah bagi masyarakat untuk berkreativitas.u

Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional, Dra. Titiek Kismiyati MHum, menjelaskan program tersebut bagaimana menjadikan pustaka tidak hanya tempat membaca buku tetapi juga memfasilitasi masyarakat untuk berkreativitas dari hasil bacaan mereka.

"Dulu pustaka hanya tempat meminjam buku, sekarang tidak hanya itu, tapi harus dikoneksikan dengan kegiatan masyarakat," ujarnya.

Dalam artian, lanjutnya, selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan pustaka juga wajib memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.

"Masyarakat baca buku dapat ilmu, dari ilmu tersebut difasilitasi mereka dengan kegiatan nyata yang tersedia di pustaka. bisa dalam bentuk membatik dan berbagai kreativitas lainnya yang disediakan pustaka. Sehingga masyarakat bisa mandiri dengan literasi," ulasnya.

Untuk mewujudkan itu, pustaka bisa bekerja sama dengan banyak pihak seperti Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas UMKM, dan komunitas kerajinan di daerah. "Kedepan, dari tiga daerah tersebut bisa dikembangkan ke kabupaten dan kotalain sesuai ... Baca halaman selanjutnya