Agar Tidak Tumpang-tindih Antar Instansi, Pemprov Sumbar Susun Peta Proses Bisnis

"Kegiatan itu dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembagunan, Kemasyarakatan dan SDM, M. Yani, dengan narasumber Kepala Bidang Penyiapan Kebijakan Kelembagaan, Kemenpan RB, Ngalimun"
Staf Ahli Gubernur Bidang Pembagunan, Kemasyarakatan dan SDM, M. Yani, dengan narasumber Kepala Bidang Penyiapan Kebijakan Kelembagaan, Kemenpan RB, Ngalimun (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Biro Organisasi Setda Provinsi Sumatera Barat bersama Bagian Organisasi kabupaten dan kota se-Sumbar menggelar pertemuan Forum Komunikasi Pendayaagunaan Aparatur Daerah (Forkompanda) dengan tema penyusunan dan penerapan peta proses bisnis instansi pemerintah dalam rangka penguatan ketatalaksanaan pemprov, kabupaten dan kota di Sumbar, yang dilaksanakan Kamis (12/9/2019) di hotel Royal Denai View.

Pertemuan tersebut sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari Reformasi Birokrasi yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi adalah pengembangan sistem ketatalaksanaan pemerintah, yang diarahkan untuk mendukung peningkatan efesiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam proses kerja pemerintah, dengan sasaran tersusunnya dan terimplementasikannya proses bisnis dan standar operasional prosedur (SOP) yang sederhana, sehingga meningkatkan efesiensi kerja dan sumber daya.

Kegiatan itu dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembagunan, Kemasyarakatan dan SDM, M. Yani, dengan narasumber Kepala Bidang Penyiapan Kebijakan Kelembagaan, Kemenpan RB, Ngalimun.

Dalam paparan yang disampaikan Ngalimun, agar mendorong organisasi pemerintah tetap memiliki kinerja yang tinggi, dimana kondisi sekarang, banyak terjadi apabila ada mandat baru langsung dibentuk struktur organisasinya, tanpa terlebih dahulu membuat desain organisasi seperti apa dan tidak membuat proses bisnisnya.

"Peta proses bisnis berguna untuk melihat ada kemungkinan terjadinya tumpang tindih tugas fungsi satu instansi dengan instansi lainnya. Saat ini kebanyakan beban kerja tidak seimbang, dalam artian ada perangkat yang kerja dari pagi hingga sore, ada pula yang kerja nya sedang sedang saja, dan ada pula cuma sekedar ambil absen. Dengan adanya peta proses bisnis ini kita akan tau siapa berbuat apa, sehingga terjadi keseimbangan beban kerja antara unit satu dengan unit yang lain" ... Baca halaman selanjutnya