Terdampak Kabut Asap, F1 Singapura Terancam Batal

"Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA) mengatakan kondisi udara semakin buruk akibat kabut asap yang menyelimuti langit Singapura"
Kabut asap menyelimuti Singapura (net)

KLIKPOSITIF-Balapan Formula 1 (F1) Singapura di Sirkuit Marina Bay terancambatal latnaran dampak kabut asap yang dinilai cukup parah di daerah tersebut. Rencana awalnya, balapan F1 akan digelar pada pekan depanJumat dan Sabtu (20-21/9/2019).

Dilansir dari AFP Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA) mengatakan kondisi udara semakin buruk akibat kabut asap yang menyelimuti langit Singapura. “Kondisi ini disebabkan karena adanya kiriman kabut asap akibat kebakaran hutan yang terbawa angin dari Pulau Sumatra ke Singapura,” ujar NEA.

NEA menyatakan bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Singapura semakin memburuk, dan sudah mencapai angka 112 di beberapa daerah pada Sabtu (14/9) malam. Indeks 101-200 termasuk dalam kategori tidak sehat. Maka NEA pun menyarankan warganya untuk tidak beraktivitas di luar ruangan terlalu lama.

Akibat kabut asap itu, beberapa warga Singapura terlihat menggunakan masker. Namun, kondisi itu belum mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Panitia penyelenggara Formula 1 Singapura mengatakan ada kemungkinan kabut asap adalah penyebab utama yang menghalangi keberlangsungan balapan jet darat tahun ini.

“Rencana sudah dirumuskan dan didiskusikan dengan stakeholder, pemerintah setempat dan komunitas Formula1 . Kabut asap berdampak pada jarak pandang, kesehatan masyarakat dan masalah operasional, maka F1 Singapura akan bekerja sama dengan instansi terkait sebelum membuat keputusan mengenai keberlanjutan acara tersebut,” ” kata penyelenggara Formula 1 Singapura.

Negara tetangga Malaysia juga terkena imbas atas kabut asap itu. Kualitas udara di sebagian kota termasuk Kuala Lumpur sudah masuk ke dalam kategori tidak sehat akhir-akhir ini. Sebelumnya, pada 2015 silam, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sempat mencapai kategori sangat berbahaya dengan level di atas 300 dan menyebabkan ... Baca halaman selanjutnya