Bakar Hutan Lindung di Kabupaten Solok, Lima Warga Dibekuk Polisi

"Kurang lebih 2 hektare lahan yang awalnya dikira tanah ulayat itu habis terbakar dan dijadikan areal pertanian"
Tersangka pembakaran lahan dan barang bukti yang diamankan petugas Mapolres Solok. (Istimewa)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Diduga melakukan pembakaran lahan di kawasan hutan lindung suaka margasatwa di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok - Sumbar, lima orang warga diciduk oleh Polres Solok Kota.

Para pelaku itu diantaranya berinisial KD (43) warga Dharmasraya, DR (37) warga Solok, AF (36) warga Danau Kembar, YM (35) asal Dharmasraya, keempatnya merupakan pekerja. sementara satu tersangka lainnya, LH merupakan warga setempat yang mempekerjakan para pelaku.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, mengatakan aksi pembabatan hutan lindung dengan cara pembakaran tersebut diketahui sudah dilakukan oleh para pelaku sejak dua tahun belakangan.

Setidaknya, kurang lebih 2 hektare lahan yang awalnya dikira tanah ulayat itu habis terbakar dan dijadikan areal pertanian.

Terungkapnya pembakaran hutan lindung itu berawal ketika terjadi kebakaran lahan di Nagari Saniang Baka pada Jum'at (13/9) siang kemarin. Kejadian itu menjadi perhatian pihak terkait.

Dari laporan itu, petugas dari BKSDA Sumbar dan Dinas Kehutanan Provinsi serta pihak kepolisian melakukan pemadaman. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata lahan itu masuk kawasan hutan lindung.

Dalam kasus tersebut, petugas akhirnya mengamankan empat pelaku yang yang diduga melakukan pembakaran dan seorang yang diduga mempekerjakan para pelaku, berikut barang bukti yang digunakan oleh para tersangka.

"Para pelaku melakukan pembabatan dan pembakaran lahan untuk dijadikan areal pertanian," terang Kapolres, Senin (16/9). Turut hadir Kepala BKSDA Sumbar Dr. Sukrismanto dan Dinas kehutanan provinsi, Mego Sunatung.

Barang bukti yang diamankan diantaranya berupa sinsaw, mesin pemotong rumput, pompa racun rumput, genset dan sejumlah jerigen, korek api, gerobak, cangkul, motor hingga kayu pinus hasil pemotongan.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 40 ayat 1 UURI no 5 tahun1990 tentang ... Baca halaman selanjutnya