Perubahan Suhu dan Kabut Asap, Dinkes Pessel Minta Warga Cermati Hal Ini

"Jadi tidak hanya kabut asap saja. Dingin juga bisa mempengaruhi saluran pernapasan atas"
Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat meminta masyarakat waspadai gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama perubahan suhu dan kabut asap belakangan ini .

Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita mengungkapkan, gangguan ISPA tidak hanya diwaspadai saat terjadi kabut asap saja, tetapi juga saat terjadi perubahan iklim, yakni suhu dingin secara tiba-tiba.

"Jadi tidak hanya kabut asap saja. Dingin juga bisa mempengaruhi saluran pernapasan atas,"ungkapnya kepada KLIKPOSITIF.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau, belakangan ini di Sumbar memang terjadi perubahan suhu yang siginifikan. Perubahan tersebut terjadi penurunan calcius, dari 22.7 derajat menjadi sebesar 18.6 derajat.

BMKG juga menjelaskan, perubahan tersebut bisa dikategorikan sebagai (perubahan suhu) ekstrem. Fenomena suhu udara yang dingin ini memang lumrah terjadi pada saat musim kemarau.

Sebab itu, Dinkes juga mengimbau masyarakat harus mewaspadai kondisi tersebut. Sebab, gangguan saluran pernapasan sangat rentan terjadi pada kondisi ini.

"Salah satunya, dengan mengurangi aktivitas diluar rumah. Selalu menggunakan masker saat beraktivitas. Terutama untuk anak-anak," terangnya.

Lanjutnya, sebagai waspada dini, masyarakat harus peka terhadap gangguan ISPA. Jika sudah ada gejalanya segera lakukan pemeriksaan medis.

"Kalau timbul gegalanya, cepat datang ke Puskesmas. UGD di Puskesmas kita kan, sudah 24 jam dan ini sudah kita lakukan penyuluhan ke masyarakat," pungkasnya.

Penyebab ISPA sendiri, diantaranya karena tertularnya virus dan bakteri penyebab infeksi pernapasan dengan mudah melalui kontak langsung atau bisa juga melalui mata, mulut dan hidung.

Virus penyebab ISPA disebut rhinovirus dan coronavirus, walaupun ada banyak virus yang mungkin juga bisa membawa penyakit ini.

Secara ... Baca halaman selanjutnya