Perubahan Suhu dan Kabut Asap, Dinkes Pessel Minta Warga Cermati Hal Ini

Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita
Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat meminta masyarakat waspadai gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama perubahan suhu dan kabut asap belakangan ini .

Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita mengungkapkan, gangguan ISPA tidak hanya diwaspadai saat terjadi kabut asap saja, tetapi juga saat terjadi perubahan iklim, yakni suhu dingin secara tiba-tiba.

baca juga: Siap-siap, Mulai 1 Juli Akan Ada Pajak Digital

"Jadi tidak hanya kabut asap saja. Dingin juga bisa mempengaruhi saluran pernapasan atas,"ungkapnya kepada KLIKPOSITIF .

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau, belakangan ini di Sumbar memang terjadi perubahan suhu yang siginifikan. Perubahan tersebut terjadi penurunan calcius, dari 22.7 derajat menjadi sebesar 18.6 derajat.

baca juga: Penerapan New Normal Indonesia, Ahli: Ada Desakan Kapital

BMKG juga menjelaskan, perubahan tersebut bisa dikategorikan sebagai (perubahan suhu) ekstrem. Fenomena suhu udara yang dingin ini memang lumrah terjadi pada saat musim kemarau.

Sebab itu, Dinkes juga mengimbau masyarakat harus mewaspadai kondisi tersebut. Sebab, gangguan saluran pernapasan sangat rentan terjadi pada kondisi ini.

baca juga: Tanggapi Skema New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

"Salah satunya, dengan mengurangi aktivitas diluar rumah. Selalu menggunakan masker saat beraktivitas. Terutama untuk anak-anak," terangnya.

Lanjutnya, sebagai waspada dini, masyarakat harus peka terhadap gangguan ISPA. Jika sudah ada gejalanya segera lakukan pemeriksaan medis.

baca juga: Total Sudah 120 Orang Klaster Pasar Raya Padang Positif COVID-19

"Kalau timbul gegalanya, cepat datang ke Puskesmas. UGD di Puskesmas kita kan, sudah 24 jam dan ini sudah kita lakukan penyuluhan ke masyarakat," pungkasnya.

Penyebab ISPA sendiri, diantaranya karena tertularnya virus dan bakteri penyebab infeksi pernapasan dengan mudah melalui kontak langsung atau bisa juga melalui mata, mulut dan hidung.

Virus penyebab ISPA disebut rhinovirus dan coronavirus, walaupun ada banyak virus yang mungkin juga bisa membawa penyakit ini.

Secara umum, penyakit ISPA dapat disebabkan melalui sentuhan kontak mata, hidung dan mulut maupun menyentuh benda yang terkena virus ISPA itu sendiri. Virus ISPA berkembang paling banyak saat musim hujan tiba.

Penyakit ISPA merupakan penyakit yang menyerang pada paru-paru. ISPA termasuk dalam penyakit yang mudah menular dan membuat kita harus selalu waspada pada lingkungan sekitar.

Dari itu penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala dari penyakit ISPA, meliputi:

1. Pilek hingga hidung tersumbat.

2. Saat tubuh mulai terserang penyakit ISPA, tubuh akan melawan sehingga akan menimbulkan demam ringan.

3. Tenggorokan akan terasa sakit.

4. Sakit kepala ringan.

5. Kesulitan bernapas dengan normal.

6. Kulit akan tampak kebiruan akibat kurangnya asupan oksigen dari sulitnya bernapas.

7. Muncul gejala sinusitis, seperti pilek dan nyeri yang disertai demam. (Kiki Julnasri)

Penulis: Eko Fajri