Berkecepatan 26.500 Mph, Akhir Pekan Ini Asteroid 2019 RB3 Lintasi Orbit Bumi

"2019 RB3 juga berstatus sebagai asteroid Apollo, yakni asteroid yang memiliki lebar orbit antara Bumi dan Matahari, sehingga memungkinkannya tidak hanya mendekati Bumi, tetapi juga melintasi orbit Bumi."
Ilustrasi (Shutterstock)

KLIKPOSITIF -- Akhir-akhir ini, Bumi kerap "didekati" asteroid. Kali ini, sebuah asteroid raksasa akan melintasi Bumi dengan kecepatan 26.500 mph. Batuan luar angkasa tersebut akan berada pada titik dekatnya dengan Bumi pada Sabtu mendatang (21/9/2019).

Pada waktu tersebut, jarak antara asteroid itu dengan Bumi kurang dari beberapa juta mil. Sebagaimana dikutip dari Express.co.uk, Selasa (17/9/2019), asteroid ini dinamai 2019 RB3 dan keberadaannya baru terdeteksi sekitar dua pekan lalu.

Jaraknya yang begitu dekat dengan Bumi, asteroid ini masuk dalam kategori obyek dekat Bumi (NEO). Selain mendekati planet Biru, asteroid 2019 RB3 juga berpotensi menyeberangi orbit Bumi.

Pasalnya, 2019 RB3 juga berstatus sebagai asteroid Apollo, yakni asteroid yang memiliki lebar orbit antara Bumi dan Matahari, sehingga memungkinkannya tidak hanya mendekati Bumi, tetapi juga melintasi orbit Bumi.

Pusat studi obyek luar angkasa yang dekat dengan Bumi milik NASA (CNEOS) mengungkap, asteroid 2019 RB3 diyakini berukuran 124 kaki dengan diameter mencapai 278 kaki. Berdasarkan estimasti tersebut, para peneliti menyamakan ukuran asteroid 2019 RB3 dengan Patung Liberty yang memiliki tinggi 310 kaki.

Sejak terdeteksi pertama kali, asteroid 2019 RB3 terus diamati oleh NASA. Saat bergerak, asteroid tersebut secara teratur melintasi jalur Bumi karena mengorbit bintang angkasa. Sebelum bergerak menuju Bumi, asteroid ini memiliki zona orbit tetap di dalam orbit planet Mars.

Setelah mempelajari lintasannya melalui 24 kali pengamatan, tim peneliti memetakan, jalur asteroid ini menggunakan sistem tata surya untuk memperkirakan titik terdekatnya dengan Bumi.

"Para ilmuwan menentukan orbit dari asteroid dengan cara membandingkan ukuran posisinya saat bergerak melintasi langit dan memprediksi orbitnya dengan bantuan model komputer," tulis NASA Jet Propolsion Lab.

Meski berukuran raksasa, peneliti menilai asteroid tidak ... Baca halaman selanjutnya