Polres Padang Panjang Masih Belum Tetapkan Tersangka Kasus Sound Sistem

"kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan"
Kondisi sound sistem yang menimpa beberapa orang (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF-- Kepolisian Resor Kota Padang Panjang masih belum menetapkan tersangka kasus sound sistem yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka pada Minggu 25 Agustus 2019 lalu.

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, AKP Hidup Mulya saat dihubungi Klikpositif.com mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum menetapkan siapa yang harus bertanggung jawab di mata hukum dalam kejadian tersebut.

"Kami masih belum melakukan penetapan tersangka, masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kendala dalam proses penyelidikan kasus tersebut. "Kami masih memproses kasus ini dan masih melakukan penyelidikan," katanya.

Sebelumnya pihak Kepolisian telah melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut pada Rabu 28 Agustus 2019 lalu.

Kecelakaan sound sistem di Kota Padang Panjang terjadi saat akan melakukan pemecahan rekor muri tari masal. Dalam kejadian tersebut, lima orang menjadi korban, salah satunya meninggal dunia.

Korban yang tertimpa itu diketahui bernama Niesya Defina Putri (11) dan Adina Raisa Claresta (11), Afrirona (27) dan Guru Honorer Tiara Afririani (28). Sedang korban meninggal dunia diketahui bernama Rara Rizkyatul Hanif (12).

Kapolsek Padang Panjang, AKP Yuhendri mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi karena peralatan sound sistem itu rangkaian dari panggung yang dipasang oleh sebuah even organizer bernama 'cebek sound'.

"Kebetulan panggung dan beberapa peralatan sound sistem dipasang hari ini untuk acara besok. Nah para korban dari SDN 03 ini sedang melakukan geladi untuk tampil dalam acara pemecahan rekor muri," ujarnya saat dihubungi awak media.

Saat murid dan guru SDN 03 Guguk Malintang sedang melakukan geladi tiba-tiba salah satu sound system yang terpasang di samping panggung terjatuh dan menimpa beberapa orang.

Halbert Caniago