Setiap Tahunnya Lahan Pertanian di Payakumbuh Berkurang 25 Hektare

"Setiap tahunnya terjadi alih fungsi lahan sekitar 25 hektare atau satu persen dari total 2.500 hektare lahan pertanian di Payakumbuh"
Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Depi Sastra. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Depi Sastra menyebut, setiap tahunnya terjadi alih fungsi lahan sekitar 25 hektare atau satu persen dari total 2.500 hektare lahan pertanian di daerah tersebut.

Menurut Depi Sastra, sebagai wilayah perkotaan, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh diharuskan untuk siap dengan kondisi-kondisi seperti itu.

"Karena alih fungsi lahan ini mutlak akan terjadi, sehingga kita harus dan memikirkan bagaimana menyelematkan lahan-lahan produktif kita yang harus kita selamatkan," kata Depi Sastra, Selasa (17/9).

Sebagian besar, alih fungsi lahan tersebut terjadi karena pembangunan perumahan yang beberapa waktu belakangan cukup banyak terjadi di Payakumbuh.

Untuk mengantisipasi terjadinya alih fungsi yang lebih luas, Depi menerangkan, pihaknya tengan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang di dalamnya terdapat poin-poin untuk melindungi lahan pertanian.

"Di kawasan LP2B itu nantinya tidak boleh dilakukan pembangun sama sekali kecuali untuk kepentingan publik," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dari total 2.500 hektare lahan pertanian di Payakumbuh, yang termasuk dalam LP2B adalah seluas 1.750 hekatre.

"Bukan berarti lahan lain itu kita bebaskan untuk membangun. Tapi rencana ini kan dibuat untuk 20 tahun ke depan," pungkasnya. (*)