PTLBm Mentawai Menjadi Percontohan Penyediaan Listrik Daerah Terpencil di Indonesia

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah terus berupaya agar Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapatkan aliran listrik. PP Energi, anak usaha Emiten konstruksi PT PP (Persero) Tbk (IDX: PTPP) berkomitmen untuk mengembangkan energi terbarukan di Provinsi Sumatera Barat.

Momen ini bertepatan dengan diresmikannya Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Bambu Berbasis Masyarakat di Pulau Mentawai oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas.

baca juga: Pembebasan Lahan Harus Tuntas, Jika Tidak Anggaran Bandara Rokot Dipindahkan ke Fak-Fak

Hal itu disampaikan disampaikan Agus Choliq, Direktur Manajemen Portofolio PT PP Energi saat diskusi Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno di kediaman gubernur Sumbar.

Dalam paparannya, Agus mengatakan, bahwa PP Energi sudah melakukan kajian kelayakan untuk proyek ini, dan akan segera mereplikasi konsep serupa di Kawasan lain di Indonesia, antara lain di Nusa Tenggara Timur, Pulau Nias, serta lokasi lain di daerah Mentawai.

baca juga: PLN Sambung 1.233 Paket Listrik Gratis di Mentawai

PTLBm Bambu Mentawai merupakan pembangkit yang menerapkan konsep listrik berbasis masyarakat, dimana suplai bahan bakar biomassa nya langsung disuplai oleh masyarakat setempat, sehingga kehadiran pembangkit ini akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar melalui transaksi jual beli bahan bakar biomassa.

PP Energi memperkirakan bahwa kapasitas pembangkit Mentawai 700 kW akan mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat lokal sebesar 2 miliar rupiah per tahun.

baca juga: Ekspedisi Mentawai Terang, Ini Target PLN

Terkait dengan PLTBm Mentawai, PP Energi akan segera mengirimkan surat minat kepada Bappeda Mentawai untuk melakukan proses OM (Operation dan Maintenance) di PLTBm Mentawai.

Dalam diskusi tersebut, Bambang menjelaskan bahwa konsep ini akan menjadi awal dari skema “Listrik Energi Terbarukan di Pulau-Pulau Kecil di Seluruh Indonesia”.

baca juga:

"Diresmikannya PLTBm Mentawai, diharapkan agar para pemerintah daerah lainnya di Indonesia dapat melihat secara langsung konsep listrik berbasis masyarakat untuk dapat diaplikasikan di daerah mereka masing-masing," ujarnya.

Gandeng BUMDes sebagai mitra strategis dalam tahapan untuk melakukan replikasi PLTBm lainnya di Indonesia, PP Energi memilih untuk mencari mitra-mitra lokal BUMDes sebagai strategi agar proyek dapat berjalan dengan baik, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi daerah tersebut.

Dikatakannya, konsep pengembangan PLTBm berbasis masyarakat ini akan menjadi showcase dan solusi dalam pengembangan energi terbarukan di Negara Kepulauan dengan konsep listrik stabil 24 jam tanpa memerlukan support dari pembangkit lainnya.

Dijelaskannya, PLTBm Mentawai sendiri dibangun oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan memanfaatkan dana hibah dari Amerika Serikat melalui wadah MCA-Indonesia.

"Selain itu, program ini juga menjadi percontohan sinergi BUMN dengan BUMD melalui komitmen penyediaan dan penyerapan bahan bakar biomassa," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir