Pejabat dan Kepsek di Payakumbuh Jalani Tes Urine Mendadak

"Jadi tes urine ini adalah yang pertama kali di tahun 2019. Pesertanya, pejabat eselon II dan III sebanyak 106 orang dan kepala sekolah 70 orang"
Pelaksanaan tes urine di lingkungan Pemko Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 106 pejabat eselon II dan eselon III serta 70 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh secara mendadak menjalani tes urine yang dilaksanakan Kesbangpol bekerja sama dengan BNNK Payakumbuh di lantai 3 Kantor Balai Kota Payakumbuh, Selasa (17/9) sore.

Pelaksanaan tes urine itu sendiri cukup mengagetkan para peserta karena agenda semula adalah rapat koordinasi. Namun setelah kegiatan itu selesai, mereka langsung diminta untuk melakukan tes urine.

"Jadi tes urine ini adalah yang pertama kali di tahun 2019. Pesertanya, pejabat eselon II dan III sebanyak 106 orang dan kepala sekolah 70 orang," kata Kepala Kantor Kesbangpol, Kota Payakumbuh, Budi Permana melalui Kepala Tata Usaha, Harlon, Selasa (17/9).

Harlon menerangkan, tes urine yang dilakukan bukan lantaran adanya kecurigaan atas keterlibatan Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Payakumbuh dengan narkoba.

"Kita hanya ingin mengetahui apakah ada pejabat kita yang terlibat atau kepsek kita terlibat. Mudah-mudahan hasilnya nihil karena kita tahu pejabat kita selama ini cukup taat aturan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, pihaknya bersama BNNK Payakumbuh terus bekoordinasi untuk meastikan seluruh ASN di lingkungan Pemko Payakumbuh benar-benar bersih dari narkoba.

"Kami bekerja sama dengan BNNK Payakumbuh. Sebelumnya kita sudah hibahkan bantuan alat tes urine sebanyak 1.000 ke BNNK," jelasnya.

Keterlibatan ASN dengan narkoba memang bukan hal baru. Sebelumnya, oknum ASN di lingkungan Pemko Payakumbuh pernaht dibekuk karena kasus narkoba. Diantara oknum ASN Pemko Payakumbuh yang sempat diamankan Satresnarkoba Polres Payakumbuh adalah GR (34) ditangkap 8 Februari 2019 dan DN (32) yang ditangkap 22 Agustus 2018. (*)