Kasus Dugaan Kerusakan Mangrove Pessel Bergulir di PN Padang

"Sidang lanjutan akan kembali di gelar Selasa mendatang tanggal 24 September 2019 dengan agenda jawaban atas dakwaan"
Terdakwa RA menghadiri sidang perdana di Pengadilan Negeri Padang (Istimewa )

PESSEL, KLIKPOSITIF - Perkara dugaan kerusakan mangrove di Nagari Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Padang, Selasa 17 September 2019 pagi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesisir Selatan, Fadlul Azmi mengatakan, penetapan PN Padang sebagai pihak pengadil sesuai dengan keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 11/KMA/SK/I/2019 tentang Penunjukan PN Padang untuk Memeriksa dan Memutus perkara tersebut.

Penunjukan PN Padang juga merujuk pada Pasal 85 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Dalam dakwaannya, Kejari Pesisir Selatan menyebut, perkara yang menyeret nama RA, seorang pejabat di Pesisir Selatan itu terjadi rentang waktu Mei 2016 hingga tahun 2017.

"Atau setidak-tidaknya pada waktu dalam tahun 2016 sampai dengan tahun 2017 bertempat di Nagari Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan," kata JPU dalam pembacaan dakwaannya.

Saat disebutkan, terdakwa RA membeli sebidang tanah pada Maret 2016 seluas sekitar 3 hektare. Dua bulan kemudian, pembangunan di lokasi dimulai. Antara lain, pelebaran jalan dan perairan laut dari 1 meter menjadi 4 meter yang panjangnya sekitar 30 meter. Kemudian, terdakwa juga memerintahkan seseorang untuk meratakan bukit dengan tujuan pendirian penginapan.

Jaksa mengklaim terdapat dua lokasi yang diduga terjadi perusakan mangrove. Lokasi pertama, ukuran panjang 12 meter dan lebar 75 meter. Titik kedua berukuran panjang 75 meter dan lebar 12 meter. Pada bukit yang diratakan telah berdiri empat bangunan permanen.

Aktifitas tersebut dinilai jaksa berdampak dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Berdasarkan data lapangan dan citra satelit, kerusakan yang ditimbulkan, yakni matinya hutan mangrove saat pelebaran sungai seluas 3.029 meter atau seluas 0,3 hektare.

Pelebaran sungai di titik lain juga mengakibatkan rusaknya hutan mangrove seluas 1000 meter atau 0,1 hektare. ... Baca halaman selanjutnya