KPHL: Empat Kecamatan di Pasbar Rawan Terjadi Kebakaran Lahan

" sudah memasang sejumlah plang himbauan berisikan larangan pembakaran lahan sembarangan atau perambahan hutan. Baik hutan yang di kelola masyarakat hingga hutan lindung bentuk lainnya"
Kantor Dinas Kehutanan Pasbar (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Kesatuan Pengelolaan Hutan Lingkungan (KPHL) Pasaman Raya Resort Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Sumbar, mencatat ada empat kecamatan di daerah itu rawan terjadi kebakaran lahan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala KPHL Resort Simpang Empat, Mira Sartika, Rabu (18/9). "Di pasbar ada empat kecamatan yang rawan kebakaran lahan karena berada didaerah gambut yakni, Kecamatan Sungai Beremas, Lembah Melintang, Kinali dan Ranah Batahan," katanya.

Untuk itu pihaknya terus mengintensifkan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat dan petani untuk antisipasi kebakaran lahan-hutan.

"Pengawasan dilakukan dengan cara patroli dan sosialisasi kepada petani dan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak lima tahun terakhir tidak pernah terjadi kebakaran hutan di Pasbar namun petugas tetap waspada terutama terjadinya kebakaran lahan perkebunan masyarakat.

Dampak dari pembersihan lahan seperti yang terjadi pada 2017 di Kecamatan Kembah Melintang. Hingga saat ini Pasaman Barat masih aman dari titik panas dampak dari kebakaran.

Ia mengaku sudah memasang sejumlah plang himbauan berisikan larangan pembakaran lahan sembarangan atau perambahan hutan. Baik hutan yang di kelola masyarakat hingga hutan lindung bentuk lainnya.

Meskipun berdasarkan kontur tanah dan pantauan BMKG Pasaman Barat menjadi daerah yang mudah terjadi kebakaran. Namun ia mengparesiasi sikap kooperatif petani dan masyarakat terutama di daerah rawan terjadi kebakaran.

Selain melakukan antisipasi kebakaran lahan, petugas juga menggelar patroli antisipasi kebakaran dan pengrusakan hutan di kawasan hutan lindung.

Bahkan beberapa bulan belakangan petugas sudah menindak sejumlah pelaku perusakan hutan atau penebang ilegal dan berhasil mengamankan beberapa kubik kayu ilegal logging. [Pasbar]