Minat Warga Payakumbuh untuk Ikut Asuransi Pertanian Masih Rendah

"Sampai sejauh ini kesadaran warga kita masih cukup rendah dengan persentasenya berkisar di angka 15 persen"
Ternak sapi di Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pertanian Payakumbuh, Depi Sastra mengungkapkan kesadaran petani dan peternak di daerahnya untuk ikut Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih cukup rendah.

"Sampai sejauh ini kesadaran warga kita masih cukup rendah dengan persentasenya berkisar di angka 15 persen," kata Depi Sastra, Rabu (18/9).

Dikatan Depi Sastra, minimnya kesadaran warga Payakumbuh untuk ikut asuransi lebih dikarenakan kurangnya pemahaman terkait fungsi dan manfaat asuransi itu.

"Kita terus mendorong karena ini sangat bermanfaat. Kendalanya dipemahan masyarkat. Kita masih terus melakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat," lanjut Depi.

Terkait premi, Depi Sastra menyebut petani hanya dibebankan Rp40 ribu perekor untuk AUTS dan Rp36 ribu perhektar.

"Dengan premi yang cukup minim tersebut tentunya hal itu akan membantu warga ketika terjadi hal-hal yang di luar kemampuan kita terhadap ternak ataupun padi," jelasnya.

Sampai sejauh ini, sudah ada klaim sekitar 10 hewan ternak yang merasakan manfaat dari asuransi tersebut.

"Untuk tanaman padi sudah ada klaim sekitara 20 hektare sawah. Klaim ini tentunya cukup membantu petani dan peternak kita," lanjutnya.

Dikatakannya, untuk warga Payakumbuh yang mau ikut dalam AUTS dan AUTP bisa datang langsung ke Dinas Pertanian atau menghubungi penyuluh pertanian yang terdapat di masing-masing kelurahan.

"Karena ada urusan teknis yang mesti dilengkapi terlebih dahulu. Target kita, mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai angka 50 persen," pungkasnya. (*)