Peneliti Pukat UGM: Menpora Tersangka Bukan Hal Mengejutkan

"Sebelumnya keterangan banyak pihak mengarah kepada keterkaitan dengan Imam Nahrawi."
Menpora Imam Nahrawi (net)

KLIKPOSITIF-Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum UGM Zaenur Rohman menilai penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka baru oleh KPK dalam kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI bukanlah hal yang mengejutkan.

"Sebenarnya tidak ada yang perlu kaget dengan penetapan tersangka Menpora. Karena sebelumnya keterangan banyak pihak mengarah kepada keterkaitan dengan Imam Nahrawi. Termasuk disebut dalam persidangan Sekjen KONI," ungkap Zaenur dilansir dari Suara.com.

Terkait penetapan tersangka Menpora Nahrawi bersamaan dengan momentum disahkannya revisi UU KPK. Zaenur berpendapat, KPK masih memiliki aturan lama yang berpatokan dengan UU Nomor 30 tahun 2002. 

Dia pun menyayangkan DPR dan pemerintah yang sepakat mengesahkan RUU KPK menjadi UU. Sebab, menurutnya, tindakan tersebut bakal membonsai kewenangan KPK dalam memerangi masalah korupsi. "Namun sayang, kekuatan dan kewenangannya dipreteli oleh DPR dan Presiden," katanya.

Terkait munculnya isu balas dendam KPK pada DPR RI dan pemerintah pasca revisi UU KPK, Zaenur yakin hal itu tidak terjadi. Sebab kasus Imam Nahrawi sudah siap sebelumnya. Karenanya Zaenur berharap KPK bisa memanfaatkan waktu tersisa sebelum UU KPK yang baru berlaku. Selain itu sebelum pimpinan baru KPK menjabat nantinya.

"Yang bisa saya sampaikan, harapan agak KPK memanfaatkan waktu tersisa dengan baik," katanya.