Pantai Air Manis Direvitalisasi, PAD Sektor Pariwisata Kota Padang Diprediksi Menurun

"Pantai Air Manis itu merupakan sektor penyumbang PAD terbesar yang berasal dari Disparbud"
Pantai Air Manis (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang dari sektor pariwisata diprediksi akan menurun hingga akhir tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian, Rabu 18 September 2019 di Balai Kota Padang. Menurutnya, itu terjadi karena adanya revitalisasi kawasan Pantai Air Manis hingga akhir tahun mendatang.

"Sampai minggu ke-2 September itu, Alhamdulillah realisasi PAD kita itu sudah 57,5 persen dari target kita, yakni Rp3,6 miliar. Ini sudah termasuk tiga besar realisasi PAD sampai minggu ke-2 September itu," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian, Rabu 18 September 2019.

Menurutnya, paling tinggi dapat merealisasikan PAD hanya 80 persen dari target tersebut. Sebab, perbaikan di area wisata Pantai Air Manis diprediksi akan mengalami penurunan pengunjung.

"Pantai Air Manis itu merupakan sektor penyumbang PAD terbesar yang berasal dari Disparbud. Dengan pengerjaan revitalisasi Pantai Air Manis tersebut, pasti akan berdampak kepada jumlah kunjungan," lanjutnya.

Pengerjaan Pantai Air Manis diprediksi akan dapat diselesaikan selama 120 hari kerja atau akhir Desember nanti.

"Sekarang itu pengerjaan di Pantai Air Manis sudah dilakukan dengan anggaran Rp13,5 miliar dari kementerian. Alhamdulillah, walaupun akan berpengaruh dengan kunjungan saat ini, InsyaAllah dengan revitalisasi ini pada tahun depan kunjungan akan meningkat," ujarnya.

Selain itu, kata Arfian, kecil kemungkinan tercapai target tersebut karena salah satu destinasi wisata, yakni Lubuk Minturun saat ini tidak lagi dikelola oleh Pemko Padang. Hal itu disebabkan karena kawasan Lubuk Minturun tersebut bukan merupakan aset Pemko Padang.

"Sekarang itu memang pengelolaan Lubuk Minturun sudah dikembalikan kepada masyarakat, sebab itu bukan aset Pemko Padang. Jadi kita tidak dapat mengelola itu untuk dijadikan PAD," katanya.

Namun, pada tahun 2020, pihaknya optimis ... Baca halaman selanjutnya