DPRD Kritik Kinerja OPD di Pasbar Terkait Hal Ini

"Defisit ada sekitar Rp72 milyar. Sisi lain kata dia, silpa pun terlalu besar sekitar Rp100 miliar, sehingga dinilai OPD tidak bekerja."
Suasana saat Rapat pandangan terhadap APB Perubahan 2019 di ruang Bamus Gedung Parlemen Padang Tujuh (KLIKPOSITIF/ Irfan PS)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Anggota DPRD Pasaman Barat (Pasbar) mengkritik kinerja Perangkat Daerah atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didaerah itu.

Hal itu disampaikan sejumlah anggota dewan setempat dihadapan Setdakab Pasbar dan para OPD Pasbar saat dalam Rapat pandangan terhadap APBD Perubahan 2019 di ruang Bamus Gedung Parlemen Padang Tujuh, Kamis (20/9).

"Peraturan yang dibuat harus berjalan. Kami pun berjalan dengan sesuai Tatib. Jangan remehkan kami. Ingat, ketika kami diremehkan, kami akan eksekusi," kata Adriwilza anggota DPRD dari Fraksi Gerindra.

Ia menambahkan, mari kita saling harga menghargai dan bekerjasama serta jalin komunikasi dalam memajukan serta membuat Pasaman Barat lebih baik kedepannya. Bekerjalah secara optimal dan profesional.

"Kalau DPRD dengan Pemerintah komunikasi dan kerjasama nya bagus, maka semua akan berjalan dengan lancar untuk kepentingan rakyat," pinta dia dalam rapat itu.

Sedangkan disisi lain menurut Baharuddin Raaban anggota dari Fraksi PAN (mantan Bupati Pasaman dan Pasbar), ini sejarah terburuk sejak Kabupaten Pasaman Barat ini didirikan, sejumlah para OPD dinilai tidak bekerja dengan baik.

Defisit ada sekitar Rp72 milyar. Sisi lain kata dia, silpa pun terlalu besar sekitar Rp100 miliar, sehingga dinilai OPD tidak bekerja.

"Ini Defisit dan Silpa sejarah terburuk sejak Pasbar ini berdiri," ujarnya.

Rosdi, anggota DPRD Pasbar dari Fraksi Golkar pun menilai kinerja OPD tidak bisa diukur. Ia menduga, program para OPD seperti di copas dari daerah luar. Sebab kata dia, program yang dibuat tidak jelas arah dan pemaparannya.

"Apa betul itu program nya atau itu copas dari daerah luar, tanya Rosdi. Sehingga dia menilai, para OPD tidak bisa memaparkan rencana anggaran yang dibuat nya sendiri. Menurutnya, hal itu yang membuat kendala untuk kemajuan pasbar.

Erefriwan anggota DPRD masih dari Fraksi Golkar menambahkan, anggaran untuk ... Baca halaman selanjutnya