Tarif Ojol Naik, Angkot Bergairah Kembali

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Sejumlah pengguna jasa Ojek Online (Ojol) di Kota Padang Sumatera Barat mengeluhkan kenaikan ongkos Ojol, kenaikan tersebut dianggap tidak wajar.

Kenaikan tarif Ojol terbilang cukup tinggi bahkan mencapai hingga 200 persen. Kenaikan yang cukup tinggi ini tentunya dianggap memberatkan bagi pengguna Ojol, bahkan tidak sedikit dari pelanggannya yang beralih kembali ke Angkutan Kota (Angkot).

baca juga: Mendagri Tak Larang Ojek Beroperasi

Salah satunya Nila (28) salah seorang mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang (UNP).

"Saya terkejut pas bayar pakai uang cas, karena gopay saya habis. Biasanya dari rumah ke kampus cuma bayar 9 ribu, tapi sekarang jadi 15 ribu," ungkapnya Jumat, 20 September 2019.

baca juga: Akhirnya Direksi RSUP M Djamil Padang Gratiskan Biaya Perawatan Khalif

Dia mengaku, sebelumnya sangat terbantu dengan adanya Ojol. Selain tarifnya tidak terlalu tinggi, juga dari segi waktu lebih efisien. Namun setelah kenaikan tarif ini dia lebih memilih naik angkot, yang ongkosnya jauh lebih murah yakni Rp5.000.

Hal senada juga disampaikan oleh seorang honorer di salah satu sekolah di Padang, Murni 30 tahun, menurutnya menaikkan tarif ojol sangat wajar namun kenaikan yang terjadi saat ini sangat tidak wajar dan memberatkan dirinya sebagai pelanggan setia Ojol.

baca juga: Driver Ojek Online di Padang Minta Maaf ke RSUP M Djamil

"Sebelum ada ojol saya memang menggunakan angkot ke sekolah, tapi setelah keberadaan ojol saya sangat terbantu. Baik dari segi waktu, maupun ongkosnya tidak terlalu mahal karena saya kan di jemput sampai ke rumah dan tidak perlu jalan kaki ke gang untuk menunggu angkot," jelas dia.

Menurut dia, saat ini Ojol sudah menjadi alat transportasi pilihan bagi masyarakat. Selain pemesanannya mudah, dijemput ke alamat, hingga bonus-bonus lain yang memanjakan pelanggan.

baca juga: RSUP M Djamil Padang akan Pertimbangkan Kembali untuk Melaporkan Driver Ojol

Dia berharap, agar pemerintah meninjau dan mengkaji ulang terkait penerapan kenaikan tarif Ojol yang dinilai tidak wajar ini. "Untuk saat ini saya naik angkot saja, meskipun harus dua kali naik angkot tapi ongkosnya tidak sebesar naik Ojol," tegas dia.

Pengemudi Ojok Online di kawasan Jalan Hamka Air Tawar Barat Kota Padang Sumatera Barat, tampak sepi penumpang. Rina akmal

Penulis: Joni Abdul Kasir