Pengamat Lingkungan: Pemerintah di Sumbar Harus Waspada Api

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengamat Lingkungan Hidup dari Universitas Andalas, Ardainis Arbain mengingatkan, pemerintah kabupaten/kota di Sumbar harus mewaspadai kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan provinsi lain.

Berdasarkan kejadian dari tahun-tahun lalu, kebakaran hutan di Sumbar itu sedikit, api terbanyak ada di Riau.

baca juga: Musim Kemarau Makin Dekat, BPBD Lima Puluh Kota Petakan Titik Rawan Kebakaran Hutan

"Seluruh perangkat daerah mulai dari kepala desa, wali nagari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga kepala daerah, serta masyarakat harus waspada asap kiriman dari Riau," kata Ardainis Arbain, Jumat, 20 September 2019.

Saat ini, kata Ardainis Arbain, seluruh pihak terkait sudah berkoordinasi satu sama lain seperti BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api, jika terjadi kebakaran hutan sekecil apapun api yang muncul, petugas langsung turun mematikan api.

baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hutan Lindung di Padang

"Masyarakat agar tidak membiasakan membakar sampah di ladang atau di perbukitan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan . Harus diwaspadai karena dapat menimbulkan kerusakan dan kebakaran tanpa disadari," tukasnya.

Sementara, Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yulieaday mengatakan, dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh kabut asap ini cukup banyak. Jangka pendeknya, penyakit yang bisa disebabkan kabut asap seperti infeksi saluran pernafasan atas, iritasi mata, dan asma.

baca juga: Jokowi: Kerugian Akibat Karhutla di Indonesia Capai Ratusan Triliun Rupiah

"Sedangkan untuk jangka panjangnya adalah bisa menyebabkan kanker paru-paru," kata Merry. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir