Pemko Padang Bakal Kembali Masukkan Pelajaran BAM di SD dan SMP

ilustrasi
ilustrasi (net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Padang akan kembali menghadirkan pelajaran muatan lokal Budaya Alam Minangkabau di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala bagian Kesra Kota Padang , Jamilus saat ditemui KLIKPOSITIF .com beberapa waktu lalu. Ia menganggap pelajaran tersebut sangat berguna untuk pengimplementasian Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) oleh masyarakat Kota Padang .

baca juga: New Normal, Komnas PA Minta Siswa Tetap Belajar di Rumah Sampai Indonesia Bebas Corona

"Kami memang menilai pelajaran BAM ini sangat efektif untuk pengimplementasian ABS-SBK di generasi penerus kita. Tapi tentunya untuk memasukannya kembali ke muatan lokal, ada pertimbangan sendiri dari Dinas Pendidikan ," katanya.

Ia mengatakan untuk saat ini pihaknya mengakali dengan menyisipkan pembelajaran terkait ABS-SBK ini saat pelaksanaan Pesantren Ramadan yang sudah dimulai tahun ini. "Sehingga dengan pelaksanaan ini, siswa kita SD dan SMP sedikit banyaknya mengetahui terkait adat istiadat," lanjutnya.

baca juga: Warga Tiku Positif COVID-19 Tanpa Gejala Sempat Shalat Ied di Masjid, 58 Orang Tes Swab

Selain itu, di setiap kelurahan nantinya akan dibangun 'Sumbang Duo Baleh', yakni terkait segala sesuatu yang salah dan melangar ketentuan adat, terutama norma kesopanan pada perempuan.

"Setiap perempuan itu nanti akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Sehingga adab dan nilai sopan santun perempuan haruslah terjaga. Dengan pembentukan itu, diharapkan apa yang ingin kita capai dapat tercapai," sambungnya.

baca juga: OTT Pejabat UNJ soal Pungli THR, Uang USD 1.200 dan Rp27,5 Juta Disita KPK

Menurutnya, saat ini Bagian Kesra Kota Padang tengah melakukan penilaian lomba pengimplementasia ABS-SBK Tingkat Kecamatan.

Penilaian ABS-SBK, telah memasuki tahun ketiga dan pihaknya sudah mengevaluasi kekurangan-kekurangan saat pelaksanaan, salah satunya tim penilai. Pada tahun ini pihaknya melibatkan LKAAM Sumbar, Bundo Kanduang Sumbar, UIN dan Unand.

baca juga: Asisten I Edi Hasymi Cek Protokol Kesehatan COVID-19 di Pusat Perbelanjaan di Kota Padang

Menurutnya, sebelum pelaksanaan penilaian ABS-SBK ini pihaknya telah melaksanakan sosialisasi kepada setiap kecamatan. Saat ini bisa dikatakan setiap kelurahan sudah melaksanakan sosialisasi pengimplementasian ABS-SBK tersebut.

"Kami mengaharapkan penerapan ABS-SBK ini dapat berjalan di seluruh kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Padang . Sebab tantangan generasi penerus kita itu luar biasa, jadi dengan ABS-SBK ini kami harapkan dapat mengantisipasi hal negatif," lanjutnya.

Untuk aspek yang dinilai, tim penilai akan melihat daerah mana yang memang pelaksanaan ABS-SBK nya sudah berjalan dengan baik, seperti adat ketika ada kematian, adat ketika pelaksanaan pesta perkawinan. Setelah itu baru tim penilai akan melihat daerah yang memang terus memakai simbol-simbo adat.

"Simbol adat itu seperti, apakah masih ada "Rumah Gadang" nya, tempat belajar adat, tempat randai, pakaian dan lainnya. Selanjutnya itu yang kita lihat itu kelembagaan adat di daerah tersebut," tutupnya.

Halbert Caniago

Penulis: Ramadhani