Polres Sijunjung Serahkan Dua Bahan Peledak ke Tim Gegana

"granat nenas tersebut ditemukan di Lubuk Tarok saat warga membersihkan sampah di belakang pemukimannya pada 3 Agustus 2019, sementara peluru meriam ditemukan di Batu Manjulur pada 10 September 2019 saat warga hendak menggali pondasi rumah"
Kasatshabara Polres Sijunjung Iptu Asril Saat Menyerahkan Bahan Peledak ke Tim Gegana Satbrimobda Sumbar (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung serahkan granat nenas dan peluru meriam yang ditemukan warga kepada Tim Gegana Satbrimobda Sumbar.

Diketahui, granat nenas tersebut ditemukan di Lubuk Tarok saat warga membersihkan sampah di belakang pemukimannya pada 3 Agustus 2019, sementara peluru meriam ditemukan di Batu Manjulur pada 10 September 2019 saat warga hendak menggali pondasi rumah.

Wakapolres Sijunjung Kompol Suyanto mengatakan, kedua barang yang mudah meledak tersebut diduga peninggalan masa perperangan zaman Belanda.

"Kami berterima kasih warga yang menemukan proaktif segera melaporkan ke petugas," katanya di Mapolres Sijunjung, Jumat 19 September 2019.

Suyanto menambahkan, sesuai prosedur jika ditemukan barang atau bahan peledak, pihaknya harus menyerahkan kepada Tim Gegana Satbrimob Polda Sumbar untuk ditangani lebih lanjut.

Sementara itu, Kasatshabara Polres Sijunjung Iptu Asril menghimbau kepada masyarakat, jika menemukan benda-benda mencurigakan seperti granat, peluru meriam maupun mortir agar segera melapor ke Babinkamtibmas dan Babinsa. "Karena untuk Sijunjung ini, masih banyak potensi ditemukan benda-benda yang mudah meledak seperti ini," kata Asril.

Kanit I Jibom Gegana Satbrimobda Sumbar, Iptu Sukarmono mengatakan kedua bahan peledak tersebut dalam kondisi berkarat namun masih aktif, dan dapat menimbulkan ledakan yang bisa menyebabkan korban jiwa.

Ia menambahkan, bahan peledak tersebut akan dibawa ke Satbrimobda Sumbar di Padang Sarai dengan cara dibungkus dengan bom blanket. "Penanganan selanjutnya disebut disposal atau dengan cara diledakkan nantinya," kata Sukarmono.(*)