Mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok Raih Gelar Doktor

"Ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen dengan predikat sangat memuaskan"
Selesai sidang terbuka, Hardinalis Kobal (5 dari kiri) resmi sandang gelar Doktor. (Istimewa )

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal meraih gelar Doktor di bidang Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta.

Politisi Partai Golkar Kabupaten Solok itu dipromosikan sebagai Doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka atau promosi Doktor, Jum'at (20/9) di Kampus UPI Y.A.I Jakarta.

Dalam Disertasinya, Hardinalis Kobal mengangkat judul Determinasi Motivasi Kerja dan Implikasinya Terhadap Kinerja Anggota Kelompok Sadar Wisata di Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

Dalam pemaparannya, baik secara parsial maupun bersama-sama, kepemimpinan, budaya organisasi, dan iklim organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi kerja Pokdarwis.

"Variabel yang paling dominan dalam meningkatkan motivasi kerja adalah kepemimpinan. Ketiga unsur baik kepemimpinan, budaya organisasi dan iklim organisasi sangat menentukan motivasi kerja dalam organisasi Pokdarwis," terang Kobal.

Ujian promosi Doktor tersebut dipimpin Prof. Ismuhadjar sebagai ketua sidang dan guru besar, Prof. Anoesyirwan Moeins sebagai promotor, Dr. Harries Madiistriyatni sebagai co-promotor, Dr. Marhalinda sebagai oponen ahli.

Hardinalis Kobal dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen dengan predikat sangat memuaskan.

Keputusan tersebut disambut gembira oleh Hardinalis Kobal dan kedua orang tua serta keluarga yang memang langsung menghadiri sidang terbuka Doktor tersebut.

Suasana yang sempat tegang, akhirnya berubah haru tatkala Hardinalis Kobal dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen.

Hardinalis Kobal mampu membuktikan pendidikan tetap menjadi hal nomor satu, kendati sibuk dengan berbagai rutinitas dan kerja sebelumnya sebagai anggota sekaligus pimpinan DPRD, Tapi masih mampu menyelesaikan program S3.

[Syafriadi]