Senin Besok, Sekolah se-Tanah Datar Diiburkan Karena Kabut Asap

"Sesuai arahan pak Bupati, siswa diliburkan pada Senin depan, namun diharapkan siswa tetap belajar di rumah masing-masing. Untuk kepastian bersekolah tidaknya hari Selasa (24/9), kita terus lihat dan pantau perkembangan keadaan udara di daerah kita"
Camat Sungai Tarab Afrizal memasang masker pada siswa SD dan sekolah diliburkan pada Senin depan.

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF -- Kondisi kabut asap yang semakin pekat di Kabupaten Tanah Datar membuat pemerintah daerah meliburkan sekolah pada Senin 23 September 2019.

“Sesuai arahan pak Bupati, siswa diliburkan pada Senin depan, namun diharapkan siswa tetap belajar di rumah masing-masing. Untuk kepastian bersekolah tidaknya hari Selasa (24/9), kita terus lihat dan pantau perkembangan keadaan udara di daerah kita,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Riswandi di Batusangkar, Sabtu 21 September 2019.

Ia menyebut dari pantauan lapangan dan hasil pengukuran Dinas Perkim dan LH Tanah Datar pada 19 - 20 September 2019 keadaan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah berada pada angka 147,5 dengan PM 10 pada angka 244,9.

Kondisi udara kita walau masih dalam status tidak sehat, namun trennya kualitas udara semakin memburuk, ditambah pula hari ini kelihatannya kondisi tidak semakin baik, makanya dengan berbagai pertimbangan sekolah kita liburkan,” tutur Riswandi.

Sesuai edaran Bupati Tanah Datar, seluruh masyarakat diharapkan untuk meminimalisir kegiatan diluar ruangan. Kalaupun harus, maka hendaknya menggunakan masker ataupun penutup hidung lainnya. Serta tidak membakar sampah, jerami ataupun lainnya.

Menurut catatan Dinas Perkim dan LH Tanah Datar, disebutkan ISPU di Tanah Datar sangat fluktuatif, dimana pada 12 - 13 September tercatat PM10 mencapai 101,5 mikrogram per-meter kubik (tidak sehat), pada 13 - 14 September PM10 tercatat 88,1 mikrogram per-meter kunik (sehat), pada 16 - 17 September PM10 tercatat 139,6 mikrogram per-meter kubik (tidak sehat), pada 18 - 19 September PM10 tercatat 103,1 mikrogram per-meter kubik (tidak sehat). (irfan taufik)