Aksi di DPRD Sumbar, Mahasiswa Sindir Pemerintah dan DPR

"dalam orasinya mereka juga membawa poster-poster dengan tulisan menyindir pemerintah dan DPR, seperti, 'setan apa yang merasukimu DPR, Undang-undang lebih kejam dari Undangan mantan, DPR Tidak memfasilitasi rindu, tapi mencampuri urusan saat kita bertemu"."
Aksi mahasiswa di depan DPRD Sumbar hari ini (KLIKPOSITIF/ Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Aliansi Masyarakat Sipil Sumatera Barat melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Sumbar. Dalam aksi yang dimulai pukul 10.45 Wib itu, mereka membawa berbagai poster tulisan yang menyindir pemerintah dan DPR.

Aksi diawali dengan membacakan kalimat "Assalamualaikum" di pintu gerbang DPRD Sumbar dan yel-yel hangat kepada pihak kepolisian yang berjaga.

Dalam aksi itu mereka juga membawa keranda mati yang terbuat dari bambu. Kemudian di tutup dengan kain putih yang bertuliskan DPR.

Disisi lain, mereka juga membawa bendera merah putih.

Dalam aksi yang masih berlangsung, beberapa mahasiswa dari berbagai kampus juga terus berdatangan ke DPRD.

Dari pantauan dilapangan, pihak kepolisian menjaga tangga masuk gedung DPRD.
Terlihat hadir advokat Feri Amsari, Dosen hukum Universitas Bung Hatta Miko Kamal, dan perwakilan mahasiswa.

Dalam orasi awalnya mereka meminta anggota dewan untuk keluar untuk menemui mereka. Mereka menyerukan yel-yel hidup mahasiswa. Dalam aksi ini, warna-warni jaket memenuhi halaman gedung DPRD pusat hingga ke sisi Jalan Khatib Sulaiman.

Selain itu, dalam orasinya mereka juga membawa poster-poster dengan tulisan menyindir pemerintah dan DPR, seperti, 'setan apa yang merasukimu DPR, Undang-undang lebih kejam dari Undangan mantan, DPR Tidak memfasilitasi rindu, tapi mencampuri urusan saat kita bertemu".

Hingga saat ini, aksi masih berlangsung dengan orasi-orasi yang menolak disahkannya RUU KUHP, RUU KPK, dan lainnya. (*)