Keteladan Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kedepankan Komunikasi Persuasif Hadapi Pendemo

()

PADANG, KLIKPOSITIF – Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si merupakan salah satu perwira tinggi cemerlang yang dimiliki Polri saat ini. Sebelum menjabat Kapolda Jateng, mantan ajudan Presiden SBY itu merupakan Gubernur Akpol, tempat ia pernah ditempa sebagai taruna di kawah candradimuka.

Selain mendapat kenaikan pangkat luar biasa bersama Jenderal Tito Karnavian, Idham Azis dkk usai melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Kota Batu, Malang, Jawa Timur pada 9 November 2005, Rycko-begitu ia disapa- juga merupakan peraih penghargaan Adhi Makayasa tahun 1988 dan mendapat predikat Cum Laude pada program Doktoral (S3) Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia pada tahun 2008.

Di mata Aqua Dwipayana yang merupakan pakar komunikasi sekaligus motivastor nasional, Irjen Rycko memiliki kebiasaan positif, yaitu selalu menjaga wudhunya agar tetap suci dan selalu berusaha untuk melakukan salat berjamaan di masjid. Tidak hanya itu, bahkan mantan Kapolda Sumut yang rendah hati itu juga sering menjadi imam saat sholat berjamaah. Terkadang, sebut Aqua, Irjen Rycko mempersilakan orang lain sebagai imam.

Baca Juga

“Mereka yang mengetahui kebiasaan Rycko, biasanya datang ke masjid untuk menemui Rycko guna menyampaikan sesuatu, baik urusan dinas maupun pribadi, karena beliau sebelum kembali ke kantornya, suka lesehan di dalam masjid atau di terasnya. Itulah salah satu kebiasaan positif dari Rycko sejak dulu sampai sekarang,” kata Aqua yang Selasa (24/92019) sore kemarin, sempat bertandang ke Mapolda Jateng untuk bertemu Rycko.

Menurut Aqua, keteladan Rycko membuat setiap kesatuan yang dipimpinnya selalu kondusif. Hubungan internal antara komandan dan bawahannya terjalin dengan baik. “Komunikasi beliau dengan jajarannya akrab sekali. Kepada pejabat utamanya yang angkatan masuk Polrinya lebih tua dibandingkan dirinya, Rycko memanggil Abang. Hal itu membuat orang yang dipanggil lebih hormat pada dirinya,” ujar Aqua memberikan penilaian.

Menurut Aqua, Kapolda Jeteng itu sebagai role model, termasuk di eksternal Polri. Bahkan saat menghadapi mahasiswa demo di DPRD Jateng, beliau mengedepakan komunikasi persuasife. Dengan gayanya yang kebapakan dan seperti orangtua, beliau memberi pemahaman-pemahaman kepada para mahasiswa. Bahkan, beliau menunjukkan empati ke mahasiswa yang berdemo, sehingga mahasiswa merasa terayomi.

“Kata Pak Rycko ketika itu kepada saya waktu kunjungan saya ke Mapolda Jateng Selesa kemarin, beliau bilang bahwa komunikasi persuasif dengan mahasiswa yang demo perlu dilakukan, karena mahasiswa itu harus didengar aspirasinya. Memang mereka bebas berpendapat, namun harus tetap mengedepankan etika dan kesantunan dalam berkomunikasi. Apalagi mereka itu dikenal sebagai kaum intelektual,” kata Aqua.

Disadur dari Wikipedia.org, Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si lahir di Bogor, Jawa Barat, 14 Agustus 1966 yang menjabat Kapolda Jateng sejak sejak 26 April 2019. Lulusan terbaik Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Setelah dilantik oleh Presiden Soeharto di Istana Merdeka pada 23 Juli 1988, Rycko kemudian bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat sebagai Kepala Unit Kejahatan dengan Kekerasan.

Selanjutnya ditugaskan sebagai instruktur di Akademi Kepolisian Semarang. Tahun 1993 ia mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus dengan predikat terbaik. Setelah menjalani pendidikkan di PTIK, Rycko kembali bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat, lalu Kasat Reserse Polres Jakarta Selatan, dan kemudian sebagai Wakasat Ekonomi Polda Metro Jaya.

Tahun 2002, ia mengikuti pendidikan Sespimpol dan lulus dengan predikat terbaik untuk penulisan Naskah Strategis. Ia tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting, diantaranya Kapolres Jakarta Utara, ajudan Presiden SBY, Kepala Lembaga Kerjasama Pendidikan Dit PPITK PTIK, Wakapolda Jabar dan Ketua STIK.(*)

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Riki S